Sering diperbincangkan di kalangan Alim Ulama, tentang fenomena sholat witir yang selama ini dilakukan dengan metode 2 rakaat lalu salam, kemudian 1 rakaat dan salam, yang mana hal ini juga sudah mengakar di masyarakat.
Bagaimana kejelasan tentang metode ini? jika memang witir (ganjil), kenapa ada sesi 2 rakaat yang merupakan genap?
Jika istilahnya nyicil, bukankah salam adalah penanda bahwa sholat sudah mustaqill dan berdiri sendiri? Simak Selengkapnya penjelasan dari guru kita Gus Baha dan UAH!



