Tsirwah

DZIKIR & IBADAH

 

Fiqih Wudhu & Bacaan-bacaannya

Hadats dalam persoalan fiqih adalah sesuatu yang mencegah keabsahan ibadah, hadats terbagi menjadi 2 yaitu :

– Hadats kecil
– Hadats besar

Berdasarkan pada statusnya, dapat dipahami sebagai berikut :

– Hadats kecil : yaitu segala yang membatalkan wudhu atau kesucian seseorang, misalnya seperti perkara-perkara yang membatalkan wudhu, maka, ketika seseorang hendak melaksanakan ibadah, baik itu sholat, membaca alquran atau lainnya, dia wajib untuk bersuci dari hadats kecil, yaitu berwudhu, kemudian dia bisa melanjutkan untuk melaksanakan ibadah.

Buang air besar termasuk dalam hadats kecil, yang hanya mewajibkan berwudhu sebelum melaksanakan ibadah, tidak harus sampai mandi besar.

– Hadats besar : sebagaimana disinggung dalam poin terakhir hadats kecil, ya benar, hadats besar adalah sesuatu yang menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah hingga ia melakukan bersuci dengan cara mandi besar, tidak sekedar wudhu.

Contoh perkara yang menyebabkan seseorang untuk bersuci dengan cara mandi adalah seperti berhubungan suami-istri, haid, nifas, wiladah, keluar mani, ataupun mati.

Jika seseorang usai melakukan kegiatan berhubungan suami-istri misalnya, maka, ia wajib mandi besar dan tidak cukup hanya berwudhu untuk melaksanakan ibadah sholat, membaca alquran dan lain-lain.

Dengan demikian, dapat disimpulkan cara bersuci yaitu :

– Hadats kecil : berwudhu
– Hadats besar : mandi besar

📚 Sumber: Intisari Fiqih Ubudiyah

Fardhu wudhu adalah bagian yang harus dilakukan, dibasuh atau diusap saat berwudhu, berikut 6 bagian yang dimaksud :

– Niat (bersamaan dengan membasuh wajah)
– Membasuh wajah
– Membasuh kedua tangan hingga siku-siku
– Mengusap sebagian kepala
– Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
– Tertib (tidak salah dalam urutan di atas)

📚 Matan Taqrib

وفروض الوضوء ستة أشياء: النية عند غسل الوجه وغسل الوجه وغسل اليدين مع المرفقين ومسح بعض الرأس وغسل الرجلين إلى الكعبين والترتيب على ما ذكرناه

[أبو شجاع، متن أبي شجاع المسمى الغاية والتقريب، صفحة ٤]

Sunnah wudhu adalah bagian yang merupakan sunnah untuk dilakukan, dibasuh atau diusap saat berwudhu, berguna untuk menyempurnakan wudhu dan juga pahalanya, berikut 10 kesunnahan dalam wudhu :

– Basmalah sebelum basuh kedua tangan sampai pergelangan
– Membasuh kedua tangan sampai pergelangan
– Berkumur
– Menghirup air di hidung
– Mengusap kedua telinga baik luar maupun dalam (dengan air baru, bukan air bekas mengusap kepala saat fardhu)
– Menyela-nyela jenggot
– Menyela-nyela jari-jari tangan maupun kaki
– Mendahulukan anggota kanan dari kiri
– Melakukan gerakan wudhu tiga kali di setiap gerakannya
– Berkesinambungan (tidak disela-sela kegiatan lain selama berwudhu)

📚 Matan Taqrib

وسننه عشرة أشياء: التسمية وغسل الكفين قبل إدخالهما الإناء والمضمضة والاستنشاق ومسح الأذنين ظاهرهما وباطنهما بماء جديد وتخليل اللحية الكثة وتخليل أصابع اليدين والرجلين وتقديم اليمنى على اليسرى والطهارة ثلاثا ثلاثا والموالاة.

[أبو شجاع، متن أبي شجاع المسمى الغاية والتقريب، صفحة ٤]

Makruh adalah tidak disukai atau tidak disenangi oleh Allah ataupun Rasul-Nya, itulah gambaran sederhananya, meskipun tidak haram, tapi sebaiknya dihindari. Berikut 7 hal yang makruh dilakukan saat wudhu :

– Boros dalam penggunaan air
– Mendahulukan yang kiri daripada yang kanan
– Mengusap anggota wudhu dengan handuk, usai wudhu (kecuali ada udzur seperti kedinginan)
– Memukul wajah dengan air saat pada basuhan wajah (tidak dianjurkan terlalu keras dalam membasuh)
– Membasuh anggota lebih dari 3X, jika 3X sunah, maka lebih justru makruh (kecuali karena ragu pada bilangan)
– Minta tolong orang lain untuk membasuhkan anggota wudhu kita, padahal tidak sakit atau udzur lainnya
– Berlebihan saat berkumur atau menghirup air di hidung

📚 Fiqhul Manhaji ala Madzhabil Imam Asy-Syafi’i

Perkara yang membatalkan wudhu, jika perkara ini dilakukan, artinya perlu wudhu lagi atau bersuci dari hadats kecil untuk bisa melaksanakan ibadah seperti sholat dan lainnya.

Melakukan perkara yang akan disebut ini, bisa juga diartikan membuatnya berhadats kecil. Berikut 6 perkara yang membatalkan wudhu :

– Keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur (meskipun batu, misalnya)
– Tidur tidak dalam keadaan duduk (gambarannya adalah, maaf, lubang dubur, jika dia tertutup saat tidur misalnya seperti tidur dengan duduk sila tegak, maka itu tidak membatalkan, tetapi jika tergeser sedikit saja posisi, maka membatalkan)
– Hilangnya akal (termasuk jika karena mabuk atau sakit, lebih-lebih gila meskipun sebentar)
– Bersentuhan kulit dengan yang bukan mahramnya tanpa penghalang
– Menyentuh kemaluan (manusia) dengan telapak tangan (bagian yang putih pada tangan, itu adalah telapak, sedangkan yang coklat adalah punggung tangan)
– Menyentuh lubang dubur (manusia)

📚 Matan Taqrib

رَبِّ أعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَةِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونَ

📿 Cara Baca :
Rabbi a’udzu bika min hamazatis syayathini, wa a’udzu bika rabbi an-yahdhurun.

📖 Artinya: “Tuhanku, ”aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan. Aku juga berlindung kepada-Mu wahai Tuhanku dari kepungan mereka.”

📚 WAWASAN :
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa, Rasulullah membaca doa tersebut ketika hendak akan sholat. Doa ini merupakan potongan dari kalam Allah yaitu surat Al-Mu’minun.

Faedahnya adalah untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT dari bisikan, gangguan, dan godaan dari setan. Untuk itu doa ini sering dibaca ketika akan melakukan ibadah-ibadah seperti wudhu, sholat, membaca Qur’an dan sebagainya. Sebab bagaimanapun juga, segala bentuk kebaikan yang dilakukan manusia, akan selalu digoda, diganggu, oleh setan.

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

📿 Cara Baca :
Nawaitul wudhu’a liraf’il hadatsil ashghari fardhan lillahi ta’ala.

📖 Artinya :
“Saya niat berwudhu untuk mengangkat hadas kecil, wajib karena Allah Ta’ala.”

📚 WAWASAN :
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda dalam suatu riwayat bahwa, segala sesuatu perbuatan tergantung dari niatnya. Untuk itu niat dalam melakukan ibadah wudhu ini sangat penting dan niat adalah salah satu rukun wudhu.

Cara membaca adalah mengucapkannya didalam hati dan berbarengan dengan membasuh wajah pertama kali. Fadhilah wudhu yaitu wudhu bisa mensucikan sang mutawadhdhi’ (orang yang wudhu) dari kesalahan dan dosa, serta membersihkan anggota tubuh yang dibasuhnya dari kotoran-kotoran yang menempel.

اللّٰهُمَّ احْفَظْ يَدِى مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا

📿 Cara Baca :
Allahumma-hfadz yadii min ma’aasyika kullihaa

📖 Artinya :
“Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat.”

اللّٰهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

📿 Cara Baca :
Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa syukrika, wa husni ‘ibadatik

📖 Artinya :
“Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir (jadikan senantiasa berdzikir), bersyukur dan beribadah yang baik pada-Mu.”

اللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

📿 Cara Baca :
Allahumma Arihnii Raaihatal jannah.

📖 Artinya :
“Ya Allah, (izinkan) aku mencium wewangian surga.”

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ

📿 Cara Baca :
Allahumma bayyidl wajhi yauma tabyadldlu wujuhu-w-wa taswaddu wujuh

📖 Artinya :
“Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam.”

اللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا

📿 Cara Baca :
Allahumma a’thini kitabii biyamiinii, wa haasibni hisaabaa-y-yasiran

📖 Artinya :
“Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.”

اللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ

📿 Cara Baca :
Allahumma laa tu’thinii kitaabii bi-syimaalii, wa laa mi-w-waraa’i dzahrii

📖 Artinya :
“Ya Allah, jangan Kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku.”

اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ

📿 Cara Baca :
Allahumma harrim sya’ri wa basyari aala an-nar

📖 Artinya :
“Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka.”

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ

📿 Cara Baca :
Allahumma-j’alni minalladzina yastami’uunal qaula fayattabi’uuna ahsanah.

📖 Artinya :
“Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut.”

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ

📿 Cara Baca :
Allahumma tsabbit qadamii ‘alaa shiraathi yauma tazilu fiihil aqdam.

📖 Artinya :
“Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir.”

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَاالتَّوَّابِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِىْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

📿 Cara Baca :
Allaahummaj’alnii mina-t-tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriin, waj’alnii min ‘ibaadika shoolihiin

📖 Artinya :
“Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat, dan jadikanlah saya orang yang suci, dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.”

Tambahan

Amalan lain ketika selesai wudhu adalah membaca ayat 1 daripada surat Al-Qadr (innaa anzalnaahu fii lailatil qodr) sebanyak 3-5 kali