Kita sebagai manusia adalah makhluk yang lemah meski beragam keistimewaan melekat pada diri kita. Salah satu bentuk kelemahan tersebut adalah sulitnya mengendalikan hati. Setiap kita pasti merasakan hati yang mudah berbolak balik.
Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّمَا سُمِّيَ الْقَلْبُ مِنْ تَقَلُّبِهِ إِنَّمَا مَثَلُ الْقَلْبِ كَمَثَلِ رِيشَةٍ مُعَلَّقَةٍ فِي أَصْلِ شَجَرَةٍ يُقَلِّبُهَا الرِّيحُ ظَهْرًا لِبَطْنٍ
Artinya: “Hati dinamakan qalbu karena mudah berbolak-balik. Sesungguhnya perumpamaan hati, hanyalah seperti sehelai bulu ayam di atas sebatang pohon yang diombang-ambing oleh angin,” (HR Ahmad).
Dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW juga bersabda:
لَقَلْبُ ابْنِ آدَمَ أَسْرَعُ تَقَلُّبًا مِنَ الْقِدْرِ إِذَا اسْتَجْمَعَتْ غَلَيَانًا
Artinya: “Sungguh hati anak Adam itu lebih cepat berubah daripada (bergolaknya) air kuali/periuk di saat mendidih,” (HR Ahmad).
Oleh karena itu, mengendalikan hati agar senantiasa istiqomah berada dalam keimanan adalah sebuah keharusan. Diantara ikhtiar yang bisa kita lakukan adalah dengan memohon kepada Dzat pemilik hati itu sendiri yaitu Allah SWT, sebagai berikut:
- Al Qur’an surat Ali Imron ayat 8:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Artinya: “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imron: 8)
- Al Qur’an surat Al-Kahfi ayat 10:
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Artinya: “Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan ini.”
- Hadits nabi:
يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu),” (HR Tirmidzi dan Ahmad).
- Hadist nabi:
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu,” (HR Muslim).
- Hadits nabi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَاْلكَسَلِ وَاْلجُبْنِ وَاْلبُخْلِ وَاْلهَرَمِ وَعَذَاب اْلقَبْرِ. اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابَ لَهَا
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun, dan adzab kubur. Ya Allah, berikanlah ketaqwaan pada diriku, dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang Maha Mensucikannya, Engkau Dzat yang Melindungi dan Memeliharanya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan.” (HR Muslim).
Semoga bermanfaat dan bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, aamiin.
Wallahu a’lam bis-showab.
Oleh: Aryan Andika
1 komentar untuk “Agar Hati Diteguhkan dalam Keistiqomahan”
Jazakallah khairan katsiran Ustadz, terimakasih sudah mengingatkan 🙏