Tsirwah

DZIKIR & IBADAH

 

Bacaan-bacaan Umum

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

📿 Cara Baca :
Rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār

📖 Artinya :
“Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”

📚 WAWASAN :
Doa sapu jagat ini adalah lafal doa yang paling banyak dibaca oleh Rasulullah SAW. Intensitas yang tinggi menunjukkan betapa pentingnya doa ini. Hal ini dapat diketahui dari kesaksian para sahabatnya sebagaimana riwayat hadits berikut ini:

عن أنس قال كان أكثر دعاء النبي صلى الله عليه وسلم اللهم ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

Artinya, “Dari Anas, ia berkata, ‘Kebanyakan doa yang dibaca Rasulullah SAW adalah ‘Allāhumma Rabbanaa, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār, ’’” (HR Bukhari dan Muslim).

Lafal doa sapu jagat ini bukan berasal dari hadits semata. Lafal doa ini dikutip dari Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah ayat 201.

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya, “Di antara mereka ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.’”

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّك وَحُبَّ مَنْ أَحَبَّك وَحُبَّ مَا يُقَرِّبُنَا إِلَيْك

📿 Cara Baca :
Allohummarzuqnaa Hubbak, Wa Hubba Man Ahabbak, Wa Hubbamaa Yuqorribunaa Ilaiik

📖 Artinya :
“Wahai Allah Tuhan kami, berikanlah kami rizki berupa Kecintaan terhadap-Mu, kecintaan kepada orang-orang yang mencintai-Mu, kecintaan terhadap perkara-perkara yang membuat kami lebih dekat kepada-Mu.”

📚 WAWASAN :
Untuk lebih dekat dengan yang kita cintai, kita juga perlu lebih dekat dan akrab dengan orang-orang yang dia cintai, yang mencintainya, dan berbagai hal yang ia suka.

Begitu pula dengan kecintaan kita kepada Allah, perlu dibuktikan dengan perbuatan-perbuatan semacam ini, dan kita juga tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya kecuali atas dukungan dari Allah Sang Maha Kuasa.

Semoga kita menjadi orang yang mencintai para Ulama kekasih Allah, menyukai perbuatan-perbuatan baik yang disukai Allah, hingga pada akhirnya kita menjadi hamba yang disukai oleh Allah dan dekat dengan-Nya.

اَللَّهُمَّ حَبِّب إِلَيْنَا الإِيْمَان وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّه إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَان وَاجْعَلْنَا مِنَ الرّاشِدِيْن

📿 Cara Baca :
Allohumma Habbib ilainal Imaan, Wa Zayyinhu fii Quluubina, Wa Karrih ilainal Kufro wal Fusuuqo wal Isyaan, Waj’alnaa minar Roosyidiin

📖 Artinya :
“Ya Allah ya Tuhan kami, tambahkanlah Keimanan untuk kami, hiaskanlah keimanan tersebut dalam ruang hati kami, buatlah hati kami membenci kekufuran dan kefasikan serta kemaksiatan, dan jadikanlah kami sebagai hamba-hamba yang cerdas.”

📚 WAWASAN :
Doa ini berasal dari Al-Maghfurlah Romo Kyai Haji Muhammad Badruddin Anwar, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 2, Malang.

Doa ini menggambarkan bagaimana cara agar kita bisa dan mampu meminimalisir perbuatan maksiat, yaitu dengan cara memenuhi hati kita dengan keimanan, memenuhi hati kita dengan kebencian terhadap perbuatan-perbuatan maksiat itu sendiri.

Barang atau perkara yang kita benci, akan dengan mudah bagi kita untuk menjauhinya, sebaliknya, perkara yang sudah penuh di hati kita, akan dengan mudah bagi kita untuk senantiasa mengamalkannya.

اَللَّهُمَّ إنَّا نَسْئَلُكَ هِمَّةً عَالِيَة تُبَلِّغُنَا الىَ كُلِّ اَمْرٍ مَحْمُوْدٍ وَنِيَّةً صَادِقَة تُحْجِزُنَا عَنْ كُلِّ مَا يُوْجِبُ السُّدُود

📿 Cara Baca :
Allohumma innaa nas’aluka himmatan aaliyah, tuballighunaa ilaa kulli amrin mahmuud, wa niyyatan shoodiqoh, tuhjizunaa ankulli maa yuujibus suduud

📖 Artinya :
“Ya Allah, kami memohon kepada Engkau, sebuah gelora semangat yang tinggi yang mengantarkan kami untuk beramal amalan-amalan yang baik dan terpuji, kami juga memohon agar diberikan niat yang benar baik dan tepat, agar dihindarkan dari segala yang membuat suatu perkara tertutup.”

📚 WAWASAN :
Semangat adalah kata yang sering dilalaikan dan disepelekan, padahal dengan semangat itulah orang bisa melakukan apapun. Doa ini merupakan wasilah meminta pertolongan kepada Allah agar kita diberikan gejolak semangat untuk beribadah dan dalam melakukan hal-hal positif, hanya dengan dukungan-Nya kita mampu melakukan sesuatu sebagai hamba.

Doa ini juga memiliki tujuan penting agar Allah menata kembali hati kita, niat kita, dalam melakukan sesuatu, berharap agar tidak salah niat sehingga yang dilakukannya pun menjadi sesuatu yang diridhoi oleh-Nya, bukan malah dimurkai-Nya. Aamiin.

اللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيمُ يَا وَدُودُ أَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

📿 Cara Baca :
Allahumma ya ghoniyyu ya hamid, yaa mubdi-u yaa mu’iid, yaa rohiimu yaa waduud, aghninii bi halaalika ‘an haraamika, wa bithoo’atika ‘an ma’shiyatika, wa bifadhlika ‘amman siwaak.

📖 Artinya :
“Ya Allah Yang Maha Kaya, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Pencipta, Yang Maha Mengembalikan, Yang Maha Penyayang, Maha Pengasih Pemurah, jadikanlah kami kaya dengan apa yang telah Engkau halalkan dan dijauhkan dari yang Engkau haramkan, dan dengan ketaatan pada-Mu dan jauh dari bermaksiat pada-Mu, dan dengan karunia-Mu jauh dari selain-Mu.”

📚 WAWASAN :
Biasanya doa ini dibaca ketika usai jumatan, dengan membaca Al-Fatihah 7X, Al-Ikhlas 7X, Al-Falaq 7X, An-Nas 7X, kemudian membaca doa ini sebanyak 70X.

Bahkan Imam Ghazali pun pernah menjelaskan bahwa beliau menjumpai amalan dari Syaikh Allamah Ibnu Abis Shaif dalam kitab Raghaibu Yaumil Jumat.

Dalam keterangan tersebut, tidaklah orang membaca doa ini sebanyak 70X selepas sholat jumat, kecuali ia akan kaya (dicukupkan rezekinya) dari jumat ke jumat berikutnya.

Akan tetapi, doa ini tidak hanya terkhususkan untuk hari jumat saja, melainkan juga bisa diamalkan di waktu-waktu lain, sebagai bentuk penghambaan kita terhadap Allah bab rezeki.

اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْئَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَقَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ،اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةًمِنَ النَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ

📿 Cara Baca :
Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddini wa’afiatan filjasadi waziyadatan fil’ilmi wabarokatan firrizki wataubatan qablalmauti warahmatan ‘indalmauti wamaghfiratan ba’dal mauti, Allahuma hawwin ‘alaina fisakaraatil mauti, wanajaatan minannaari wal afwa indal hisaab.

📖 Artinya :
“Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan taubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul-maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksaan neraka, dan dapatkanlah kami ampunan pada hari hisab (perhitungan).”

📚 WAWASAN :
Doa ini memiliki faidah sesuai dengan artinya, bagaimana agar kita diselamatkan dari penyimpangan agama, diselamatkan dari segala marabahaya dan sakit, diselamatkan dari 3 fase genting saat kematian (yaitu sebelum, saat dan sesudah) sebelum mati dijadikan orang yang taubat, saat mati dicurahi segala bentuk rahmat, usai kematian dan menuju akhirat diberikan segala pengampunan dari dosa-dosa.

Para ulama sering menggunakan doa ini ketika memimpin sebuah acara seperti selamatan, atau saat dimintai untuk memimpin doa, karena terkenal mudah, familiar dan sudah mencakup banyak hal.

اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

📿 Cara Baca :
Allohumma Antas Shoohib fis safar, wal Kholiifah fil ahl, Allohumma innii a’uudzubika min wa’tsaa’is safar wa kaabatil mundzhor wa suu’il munqolab fil maali wal ahl

📖 Artinya :
Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga (yang ditinggal). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan perubahan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

📚 WAWASAN :
Doa yang dibaca Rasulullah ketika bepergian, ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadits shahih Muslim.

Rasulullah ketika bepergian membaca doa ini, dan ketika bepergiannya menggunakan kendaraan atau tunggangan seperti unta atau kuda, maka beliau juga sekaligus membaca bacaan berkendara.

Doa ini bisa diamalkan setiap kali kita akan bepergian ke mana pun, meniru cara bepergiannya nabi, bepergian bersama Allah, menitipkan semua urusan yang ditinggalkan kepada Allah.

سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِی سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقۡرِنِینَ وَإِنَّاۤ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ

📿 Cara Baca :
Subhaanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa, wamaa kunnaa lahuu muqriniin

📖 Artinya :
“Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

📚 WAWASAN :
Doa ini merupakan doa yang terdapat dalam ayat 13 – 14 surat Zukhruf, doa yang juga dibaca Nabi Muhammad SAW saat berkendara, dahulu berkendaranya nabi menggunakan unta, kuda, sekarang berkendaranya kita dengan mobil, sepeda motor, kapal, pesawat, dll.

Tambahan

Terdapat juga amalan yang berasal dari Habib Sholeh, Jember. Amalan untuk dibaca saat berkendara dari beliau adalah membaca :

– Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW
– Al-Kafirun 1X
– An-Nashr 1X
– Al-Ikhlas 1X
– Al-Falaq 1X
– An-Nas 1X

Dijelaskan bahwa faidahnya adalah : agar selama di perjalanan, kita menjadi pribadi yang disungkani, sehingga dimungkinkan selamat dari kejahatan orang tidak dikenal, aamiin.

فَفَهَّمۡنَـٰهَا سُلَیۡمَـٰنَۚ وَكُلًّا ءَاتَیۡنَا حُكۡمࣰا وَعِلۡمࣰاۚ وَسَخَّرۡنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلۡجِبَالَ یُسَبِّحۡنَ وَٱلطَّیۡرَۚ وَكُنَّا فَـٰعِلِینَ

📿 Cara Baca :
Fafahhamnaahaa Sulaimaana wa kullan aatainaa hukmaw wa ilmaw wasakhkhornaa ma’a Daawudal jibaala yusabbihna wath thoiro wakunnaa faa’iliin

📖 Artinya :
”Maka Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kami-lah yang melakukannya.”

📚 WAWASAN :
Doa kecerdasan ini berasal dari Alquran, yaitu amalan berbekal ayat alquran.

Tambahan

Amalan lainnya adalah doa yang biasa dibaca oleh para Kyai, yaitu berikut ini :

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ وَحِفْظَ اْلمَرْسَلِيْنَ وَإِلْهَامَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhummarzuqnâ fahman nabiyyîna wa hifdhal mursalîna wa ilhâmal malâikatil muqarrabîn birahmatika yâ arhamar râhimîna

Artinya: “Ya Allah, anugerahilah kami pemahaman para nabi, hafalan para rasul, dan ilhamnya para malaikat yang dekat (dengan-Mu), sebab kasih sayang-Mu, wahai Dzat yang Mahapengasih.”

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِك

📿 Cara Baca :
Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ’atho-ika.

📖 Artinya :
“Ya Allah, aku memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridho dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu.”

📚 WAWASAN :
Doa ini berasal dari Nabi Muhammad SAW, yaitu dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani.

رَبِّ ٱشۡرَحۡ لِی صَدۡرِی وَیَسِّرۡ لِیۤ أَمۡرِی وَٱحۡلُلۡ عُقۡدَةࣰ مِّن لِّسَانِی یَفۡقَهُوا۟ قَوۡلِی

📿 Cara Baca :
Roobbisyrohlii shodrii, wayassirlii amrii, wahlul uqdatam millisaanii, yafqohuu qouli

📖 Artinya :
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mudah mengerti ucapanku”

📚 WAWASAN :
Doa yang berasal dari Alquran surat Thaha ayat 25 – 28, yang dibaca oleh Nabi Musa ketika mendakwahi kaumnya, begitu juga mendakwahi Firaun.

Doa ini bisa dibaca dengan tujuan untuk melapangkan dada (sabar), mempermudah urusan (lancar berbagai hajat dan keinginannya, atau tujuan baiknya), bisa juga untuk melancarkan cara bertutur kata, agar mudah dimengerti orang.

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلا

📿 Cara Baca :
Allohummaa inni as’aluka ilman naafi’aa, wa rizqon thoyyibaa, wa amalanm mutaqobbala

📖 Artinya :
“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima”

📚 WAWASAN :
Sudah tidak asing lagi, ini adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya sebagaimana diriwayatkan dalam Sunan Ibnu Majjah.

Doa ini mengajarkan kita untuk meminta kepada Allah, sebuah ilmu yang bermanfaat (tentunya ngaji dulu), rezeki yang baik dan halal, serta amalan-amalan yang diterima.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَوْدِعُكَ جَمِيْعَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ، فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ وَلَا تُنْسِنِيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

📿 Cara Baca :
Allahumma innii astaudi’uka jamii’a maa ‘allamtaniihi fardudhu ilayya inda haajatii ilahi wa laa tunsiniihi yaa rabbal ‘aalamiin

📖 Artinya :
“Ya Allah sungguh aku titipkan kepada Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, Kembalikanlah ia kepadaku ketika aku butuhkan, dan janganlah Engkau lupakan dariku Wahai Tuhan Semesta Alam.”

📚 WAWASAN :
Doa ini disampaikan oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi dalam salah satu kitabnya yaitu Nashoihul Ibad.

Sesuai dengan arti daripada doa ini, kita meminta agar Allah menyimpan apa saja yang telah kita pelajari, dan mengembalikan kembali pada kita di saat kita butuhkan. Bahkan, di kalangan pesantren, doa ini menjadi doa manjur untuk menguatkan hafalan. Benar, karena maksud dari menitipkan ilmu yang dipelajari ke Allah, adalah agar kita tidak lupa, sebagaimana agar kita tidak kehilangan file kemudian kita backup di Google Drive, misalnya.

Hanya mengandalkan otak kita, tanpa melibatkan Allah di dalamnya, memungkinkan kerapuhan yang tidak bisa diprediksi, untuk itulah doa ini dihadirkan.

اَللَّهُمَّ اذْهَبْ عَنَّا الْهَمَّ وَالْأَذَى وَعَفَانَا

📿 Cara Baca :
Allohummadzhab annal hamma wal adzaa wa afaanaa

📖 Artinya :
“Ya Allah Ya Tuhanku, (tolong) hilangkanlah dari hati kami, sesuatu yang membuat hati kami gelisah, sakit dan menderita, serta semoga kita senantiasa dibebaskan darinya”

📚 WAWASAN :
Doa ini biasa dibaca oleh Rasulullah SAW selepas sholat, yang kemudian diusapkan ke wajah.

Berfaidah untuk menjaga kita dari kesedihan, kegundahan, kegelisahan dan segala jenis perkara yang tidak nyaman untuk hati dan jiwa.

Selain itu, kita juga bisa mengamalkan nasihat Allah dalam alquran untuk menghilangkan kesedihan, yaitu tidak lain adalah dengan memperbanyak dzikir kepada-Nya:

{ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَتَطۡمَىِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَىِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ }

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Orang-orang yang mampu memadamkan kesedihan, adalah mereka yang senantiasa mampu mengisi waktunya dengan dzikir pada Allah.

لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلَملِكِ الْقُدُّوْسِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَزِيْزِ الْجَبَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّءُوْفِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الغَفُوْرِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَرِيْمِ الْحَكِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَوِيِّ اْلوَفِيّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اللَّطِيْفِ الْخَبِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّمَدِ الْمَعْبُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَفُوْرِ الْوَدُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَكِيْلِ الْكَفِيْلِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّقِيْبِ الْحَفِيْظِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الدَّائِمِ الْقَائِمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمُحْيِ الْمُمِيْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ الْبَارِئِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَاحِدِ اْلاَحَدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمُئْومِنِ الْمُهَيْمِنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَبِيْبِ الشَّهِيْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَلِيْمِ الْكَرِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْاول القديم، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْاَوَّلِ الْاَخِرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الظَّاهِرِ الْبَاطِنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَبِيْرِ الْمُتَعَالِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَاضَىِّ الْحَاجَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ اْلعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّي الْاَعْلَى، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْبُرْهَانِ السُّلْطَانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَّمِيْعِ الْبَصِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيْمِ الْحَكِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ الْغَفَّارش، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ الدَيَّانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَبِيْرِ الْاَكْبَرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيْمِ الْعَلَّامِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الشَّافِى الْكَافِي، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَظِيْمِ الْبَاقِيّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّمَدِ الْاَحَدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ الْاَرْضِ وَالسَّمَوَتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ خَالِقِ الْمَخْلُوْقَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ مَنْ خَلَقَ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ الرّاَزِقِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْفَتَّاحِ الْعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَزِيْزِ الْغَنِيِّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَفُوْرِ الشَّكُوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلعَظِيْمِ اْلعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْمُلْكِ وَالْمَلَكُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى اْلعِزَّةِ وَاْلعَظَمَةِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِي الْهَيْبَةِ وَاْلقُدْرَةِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكِبْرِيَاءِ وَالْجَبَرُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ اْلعَظْيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَالِمِ الْغَيْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَمِيْدِ الْمَجِيْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَكِيْمِ اْلقَدِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَادِرِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلَّامِ السَّلَامِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ النَّصِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَرِيْبِ الْحَسَنَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَلِيِّ الْحَسَنَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّبُوْرِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ النُّوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلغَنِيِّ الْمُعْجِزِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْفَاضِلِ الشَّكُوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الْقَدِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْجَلَالِ الْمُبِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِصِ الْمُخْلِصِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّادِقِ اْلوَعْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى اْلقُوَّةِ الْمَتِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلقَوِيِّ الْعَزِيْزِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لَايَمُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلعَلَّامِ الْغُيُوْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ اْلعُيُوْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْغُفْرَانِ الْمُسْتَعَانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحِيْمِ الْغَفَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلَعَزِيْزِ الْوَهَّابِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَادِرِ الْمُقْتَدِرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْغُفْرَانِ الْحَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الملك، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ البارئ المصور، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ العزيز الجبار، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الجبار الْمُتَكَبِّرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلقُدُّوْسِ السُبُّوْحِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ الْمَلِائِكَةِ وَالرُّوْحِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْاَلَاءِ وَالنَّعْمَاءِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَقْصُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَنَّانِ الْمَنَّانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اَدَمُ صَفِيُّ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ نُوْحٌ نَجِيُّ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ اِبْرَاهِيْمُ خَلِيْلٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ اِسْمَاعِيْلُ ذَبِيْحُ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُوْسَى كَلِيْمُ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ دَاُوْدُ خَلِيْفَةٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ عِيْسَى رُوْحٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلٌ اللهِ، اَلَّلهُمَّ ارْحَمْنَا بِبَرْكَةِ تَوْرَاةِ مُوْسَى وَاِنْجِيْلِ عِيْسَى وَزَبُوْرِ دَاوُدَ وَفُرْقَانِ مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

📿 Cara Baca :
Bismillahirrahmaanirrahiim. Laa ilaha illa Allah, laa ilaha illa Allah, laa ilaha illa Allah al maliikul khaqqul mubiin, laa ilaha illa Allah al khakamul ‘adlul mubiin, laa ilaha illa Allah robbu abaainal awwaliin, laa ilaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadzzoolimiin.

Laa ilaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu. Lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa khayyun daaimun laa yamuutu abada biyadihil khoir wailaihil mashir wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir. Wa bihi nasta’in wala haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim.

Laa ilaha illa Allah syukron lini’matih, laa ilaha illa Allah iqrooron birubuubiyyatih, subhaanallahi tanziihan li’adzomatihi. As-alukallahu bikhaqqismikal maktubi ‘ala jabhati isroofiila ‘alaika yaa robbi.

Wa bikhaqqismikal maktuubi ‘ala kaffi ‘azroiila ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi sammayta bihi munkaron wa nakiiron alaika ya robbi.

Wa bikhaqqis mika wa asroori ‘ibaadika alaika yaa robbi, wa bikhaqqis mikalladzi tamma bihil islaam alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi talqoohu aadamu lamma habatho minal jannati fanaa daaka falabayta du’aa ahu ‘alaika ya robbi, wa bikhaqqiis mikalladzi naa daka bihi syi’tu alaika yaa robbi.

Wa bikhaqqis mikalladzi qowwaytu bihii khamalahul ‘arsyi alaika yaa robbi. Wa bikhaqqismikal maktuubaati fiitaurooti wal injiili wazzabuuri wal furqooni alaika yaa robbi, wa bikhaqqi asmaaika ila muntaha rohmatika ala ‘ibaadika ‘alaika yaa robbi.

Wa bikhaqqi tamaami kalaamika ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi nadaika bihi ibroohiimu faja’altannaro ‘alaihi bardan wa salaaman ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzii naa daaka bihii ismaa’iilu fanajjaytuhu minadzabkhi ‘alaika ya robbi.

Wa bikhaqqis mikalladzi naa daa ka bihi iskhaaqu faqodhoyta khajatahu ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naa daa ka bihi huudun alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi da’aaka bihi ya’quubu farodadta ‘alaihi bashorohu wawaladahu yuusufa ‘alaika yaa robbi.

Wa bikhaqqis mikalladzi naadaka bihiidaawuudu faja’altahu kholiifata fil ardhi wa alanta lahul khadiida fii yadiihi ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi da’aaka bihi sulaimaanu fa’a’thoytahu mulkal ardli ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka bihii ayyubu fanajjaytahuminal ‘ammilladzi kaana fiihi ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka ‘isaabnu maryam faakhyaytu lahul mauta ‘alaika yaa robbi.

Wa bikhaqqis mikalladzi naadaka bihi muusa lamma khothobaka ala thuri alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadatka bihi asiyyatumroatu fir’auna farozaqtahal jannata ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka bihi banuu isrooila lamma jaawazuul bahro alaika ya robbi.

Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka bihil khodhiiru lamaa massya ‘alal maa i alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzii naa daaka bihi muhammaun shollallahu alaihi wasallam yaumal ghoori fanajjaytahu ‘alaika ya robbi.

Innaka antalkariimul kabiiru. Wa khasbunallah wa ni’mal wakiilu wa laa khaula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim. Wa shollallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ala aalihi wa sohbihi wa saallam.

📖 Artinya :
Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah dan maha penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci raja maha kudus. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT, maha suci Tuhan yang maha perkasa dan maha kuasa.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengasih dan lagi maha penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun dan maha penyayang.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mulia dan juga maha bijaksana. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuat dan juga maha memenuhi.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha halus dan juga maha mengetahui. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang bergantung padanya segala sesuatu lagi yang disembah.

PlayUnmute
Fullscreen
Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha pecinta. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penolong dan maha pelindung.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengawasi serta maha memelihara. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka suci Tuhan yang kekal dan mengurus makhluk-makhluk Nya.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menghidupkan juga mematikan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hidup dengan kekal dan terus menerus mengurus makhluk-Nya.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan dan menjadikan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha tinggi dan juga maha besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang satu dan esa.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memberi keamanan dan juga maha memelihara. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mencita dan maha menyaksikan.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyantun dan juga maha mulia. Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang pertama serta maha terdahulu. Pertama dan juga yang terakhir.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang lahir dan juga batin (nyata dan tersembunyi). Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar dan juga maha tinggi.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memenuhi seluruh keperluan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai Arsy besar.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah dan maha penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha tinggi.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki bukti dan juga kekuasaan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mendengarkan dan juga maha melihat.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang satu dan maha mengalahkan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui dan maha bijaksana.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi kesalahan serta maha pengampun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah dan juga maha membalas. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha agung serta maha besar.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui lagi maha memeriksa. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
maha suci Tuhan yang menyembuhkan lagi maha mencukupi.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar lagi kekal. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu lagi esa. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai bumi dan langit.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan pencipta semua makhluk. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan malam dan siang hari.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi yang memberi rezeki.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemberi keputusan lagi maha mengetahui.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha kaya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha mensyukuri. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar lagi maha mengetahui.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kerajaan bumi dan langit. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki pengaruh dan kekuasaan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kekuasaan dan kebesaran.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha besar. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mengetahui hal yang gaib.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha terpuji lagi maha mulia.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha bijaksana lagi maha terdahulu. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi maha menutupi.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha besar. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui lagi maha sejahtera.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menjadi raja lagi maha penolong. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha pemurah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
maha suci Tuhan yang dekat kebaikan-kebaikan-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai kebaikan-kebaikan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyabar lagi maha menutupi kesalahan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan nur. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha mengalahkan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mulia lagi maha mensyukuri.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha terdahulu.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki keagungan lagi maha menerangkan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang murni lagi memurnikan.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang benar janji-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hak lagi yang menerangkan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kekuatan lagi maha kokoh. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
maha suci Tuhan yang maha kuat lagi maha perkasa. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hidup lagi tidak mati.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui semua yang gaib.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
maha suci Tuhan yang maha menutupi semua cacat (aib). Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki ampunan lagi dimintai pertolongan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan semesta alam.
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah lagi maha menutupi.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyayang lagi maha pengampun.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha pemberi karunia. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi memberi kekuasaan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki ampunan lagi maha penyantun.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki semua kerajaan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi memberi bentuk. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha kuasa.
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi maha agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Allah dari apa yang digambarkan oleh mereka (orang-orang musyrik).

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan dalam dzat dan sifat-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
maha suci Tuhan para malaikat dan ruh.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki tanda-tanda kebesaran dan nikmat.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci raja yang menjadi tujuan.
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengasih lagi maha pemberi anugerah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Adam pilihan Allah.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Nuh, orang yang diselamatkan oleh Allah.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Ibrahim kekasih Allah.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Ismail yang disembelih Allah.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Musa, orang yang diajak berbicara oleh Allah.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Daud, khalifah yang diangkat oleh Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Isa adalah ruh ciptaan Allah.
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Muhammad utusan Allah. Ya Allah, rahmatilah kami berkat taurat Musa, Injil Isa, Zabur Daud, dan Al Quran Muhammad Saw. Utusan Allah dengan rahmat-Mu wahai yang maha penyayang di antara para penyayang. Dan, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

📚 WAWASAN :
Doa ini bernama doa Kanzul Arsy, sebuah bacaan yang menawan, indah dan megah, di dalamnya kita dapat menjumpai bahwa disebutkannya orang-orang berharga dalam sejarah keislaman, orang-orang yang ada dalam literasi alquran yang berkontribusi pada agama islam.

Yang lebih hebatnya lagi, dipenuhi dengan pujian-pujian kepada Allah SWT, ini sebagaimana karakteristik para ulama salaf, lebih mendahulukan memuji Allah dibandingkan meminta (saat berdoa), yakni kandungan memujinya lebih banyak dibandingkan kandungan meminta sesuatunya.

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ.

📿 Cara Baca :
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fissamaa’i, wa huwas samii’ul ‘aliim

📖 Artinya :

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

📚 WAWASAN

Doa ini adalah doa yang masyhur untuk dibaca agar kita terlindung dari berbagai marabahaya, baik itu yang tampak ataupun yang tidak tampak.

Banyak sekali ulama yang istiqomah mengamalkan doa ini, meskipun terlihat umum dan biasa saja, tetapi bila diamalkan dengan kuat seperti istiqomah tahunan, ikhlas, murni karena Allah, maka InsyaAllah dapat menjadi pelindung untuk segala situasi, dari segala bahaya, dari berbagai ancaman.

Cara paling efektif dalam berdoa adalah dengan tidak hanya membacanya di lisan, tetapi juga membacanya dan ditekankan dalam hati, sembari mengingat Allah SWT.

بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ السُّوْقِ وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ السُّوقِ وَمِنْ شَرِّ مَا فِيْهَا اللَّهُمَّ إِنِّي اَعُوْذُبِكَ أَنْ أَصِيْبَ فِيهَا يَمِينًا فَاجِرَةً أَوْصَفَغَةً حَاسِرَة

📿 Cara Bacanya :

Bismillah Allahumma inniasaluka khoira hadihissyuqi wa qoiromafiha wa audzubika min syarri hadzihisyuqi wamin syarri maa fiiha Allahumma inni audzubika an ashiba fiiha yamiinan faajiratan aushofaghatan khasyirah.

📖 Artinya: “Dengan nama Allah ya Allah aku memohon pada-Mu kebaikan pasar ini dan kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pasar ini dan dari keburukan yang ada didalamnya. Dan aku berlindung pada-Mu dari sumpah palsu dan dari suatu pembelian atau penjualan yang merugikan.” (HR. Hakim)

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظَلَّتْ وَرَبِّ الْأَرَضِينَ وَمَا أَقَلَّتْ وَرَبَّ الشَّيَاطِينَ وَمَا أَضَلَّتْ كُنْ لِي جَارًا مِنْ شَرِّ خَلْقِكَ كُلِّهِمْ جَمِيعًا أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِّنْهُمْ أَوْ يَبْغِيَ عَزَّ جَارُكَ وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

📿 Cara Bacanya :

Allahumma rabbassamawaatissab’i wa maa adzhollat, wa rabbal aradiina wa maa aqollat, warabbassyayatina wa ma adzhollat, kunli jaaron min syarri qalkika kullihim jami’an anyafruto ‘alayya ahadumminhum aw yabghiya, azza jaaruka wa jalla tsanauka walailaha ghairuka.

📖 Artinya: “Ya Allah, wahai Pemelihara langit yang tujuh beserta segala yang dinaunginya, wahai Pemelihara bumi-bumi beserta segala yang dikandungnya, wahai Pemelihara setan-setan dan siapa saja yang disesatkannya, jadilah Penolongku keburukan semua makhluk-Mu yang hendak menyakitiku, atau hendak menyulitkanku. Sungguh agung Pertolongan-Mu dan sungguh mulia puji-Mu, dan tiada Tuhan selain Engkau.”

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

📿 Cara Baca :
Rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār

📖 Artinya :
“Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”

📚 WAWASAN :
Doa sapu jagat ini adalah lafal doa yang paling banyak dibaca oleh Rasulullah SAW. Intensitas yang tinggi menunjukkan betapa pentingnya doa ini. Hal ini dapat diketahui dari kesaksian para sahabatnya sebagaimana riwayat hadits berikut ini:

عن أنس قال كان أكثر دعاء النبي صلى الله عليه وسلم اللهم ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

Artinya, “Dari Anas, ia berkata, ‘Kebanyakan doa yang dibaca Rasulullah SAW adalah ‘Allāhumma Rabbanaa, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār, ’’” (HR Bukhari dan Muslim).

Lafal doa sapu jagat ini bukan berasal dari hadits semata. Lafal doa ini dikutip dari Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah ayat 201.

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya, “Di antara mereka ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.’”

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّك وَحُبَّ مَنْ أَحَبَّك وَحُبَّ مَا يُقَرِّبُنَا إِلَيْك

📿 Cara Baca :
Allohummarzuqnaa Hubbak, Wa Hubba Man Ahabbak, Wa Hubbamaa Yuqorribunaa Ilaiik

📖 Artinya :
“Wahai Allah Tuhan kami, berikanlah kami rizki berupa Kecintaan terhadap-Mu, kecintaan kepada orang-orang yang mencintai-Mu, kecintaan terhadap perkara-perkara yang membuat kami lebih dekat kepada-Mu.”

📚 WAWASAN :
Untuk lebih dekat dengan yang kita cintai, kita juga perlu lebih dekat dan akrab dengan orang-orang yang dia cintai, yang mencintainya, dan berbagai hal yang ia suka.

Begitu pula dengan kecintaan kita kepada Allah, perlu dibuktikan dengan perbuatan-perbuatan semacam ini, dan kita juga tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya kecuali atas dukungan dari Allah Sang Maha Kuasa.

Semoga kita menjadi orang yang mencintai para Ulama kekasih Allah, menyukai perbuatan-perbuatan baik yang disukai Allah, hingga pada akhirnya kita menjadi hamba yang disukai oleh Allah dan dekat dengan-Nya.

اَللَّهُمَّ حَبِّب إِلَيْنَا الإِيْمَان وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّه إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَان وَاجْعَلْنَا مِنَ الرّاشِدِيْن

📿 Cara Baca :
Allohumma Habbib ilainal Imaan, Wa Zayyinhu fii Quluubina, Wa Karrih ilainal Kufro wal Fusuuqo wal Isyaan, Waj’alnaa minar Roosyidiin

📖 Artinya :
“Ya Allah ya Tuhan kami, tambahkanlah Keimanan untuk kami, hiaskanlah keimanan tersebut dalam ruang hati kami, buatlah hati kami membenci kekufuran dan kefasikan serta kemaksiatan, dan jadikanlah kami sebagai hamba-hamba yang cerdas.”

📚 WAWASAN :
Doa ini berasal dari Al-Maghfurlah Romo Kyai Haji Muhammad Badruddin Anwar, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 2, Malang.

Doa ini menggambarkan bagaimana cara agar kita bisa dan mampu meminimalisir perbuatan maksiat, yaitu dengan cara memenuhi hati kita dengan keimanan, memenuhi hati kita dengan kebencian terhadap perbuatan-perbuatan maksiat itu sendiri.

Barang atau perkara yang kita benci, akan dengan mudah bagi kita untuk menjauhinya, sebaliknya, perkara yang sudah penuh di hati kita, akan dengan mudah bagi kita untuk senantiasa mengamalkannya.

اَللَّهُمَّ إنَّا نَسْئَلُكَ هِمَّةً عَالِيَة تُبَلِّغُنَا الىَ كُلِّ اَمْرٍ مَحْمُوْدٍ وَنِيَّةً صَادِقَة تُحْجِزُنَا عَنْ كُلِّ مَا يُوْجِبُ السُّدُود

 

📿 Cara Baca :
Allohumma innaa nas’aluka himmatan aaliyah, tuballighunaa ilaa kulli amrin mahmuud, wa niyyatan shoodiqoh, tuhjizunaa ankulli maa yuujibus suduud

📖 Artinya :
“Ya Allah, kami memohon kepada Engkau, sebuah gelora semangat yang tinggi yang mengantarkan kami untuk beramal amalan-amalan yang baik dan terpuji, kami juga memohon agar diberikan niat yang benar baik dan tepat, agar dihindarkan dari segala yang membuat suatu perkara tertutup.”

📚 WAWASAN :
Semangat adalah kata yang sering dilalaikan dan disepelekan, padahal dengan semangat itulah orang bisa melakukan apapun. Doa ini merupakan wasilah meminta pertolongan kepada Allah agar kita diberikan gejolak semangat untuk beribadah dan dalam melakukan hal-hal positif, hanya dengan dukungan-Nya kita mampu melakukan sesuatu sebagai hamba.

Doa ini juga memiliki tujuan penting agar Allah menata kembali hati kita, niat kita, dalam melakukan sesuatu, berharap agar tidak salah niat sehingga yang dilakukannya pun menjadi sesuatu yang diridhoi oleh-Nya, bukan malah dimurkai-Nya. Aamiin.

اللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيمُ يَا وَدُودُ أَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

📿 Cara Baca :
Allahumma ya ghoniyyu ya hamid, yaa mubdi-u yaa mu’iid, yaa rohiimu yaa waduud, aghninii bi halaalika ‘an haraamika, wa bithoo’atika ‘an ma’shiyatika, wa bifadhlika ‘amman siwaak.

📖 Artinya :
“Ya Allah Yang Maha Kaya, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Pencipta, Yang Maha Mengembalikan, Yang Maha Penyayang, Maha Pengasih Pemurah, jadikanlah kami kaya dengan apa yang telah Engkau halalkan dan dijauhkan dari yang Engkau haramkan, dan dengan ketaatan pada-Mu dan jauh dari bermaksiat pada-Mu, dan dengan karunia-Mu jauh dari selain-Mu.”

📚 WAWASAN :
Biasanya doa ini dibaca ketika usai jumatan, dengan membaca Al-Fatihah 7X, Al-Ikhlas 7X, Al-Falaq 7X, An-Nas 7X, kemudian membaca doa ini sebanyak 70X.

Bahkan Imam Ghazali pun pernah menjelaskan bahwa beliau menjumpai amalan dari Syaikh Allamah Ibnu Abis Shaif dalam kitab Raghaibu Yaumil Jumat.

Dalam keterangan tersebut, tidaklah orang membaca doa ini sebanyak 70X selepas sholat jumat, kecuali ia akan kaya (dicukupkan rezekinya) dari jumat ke jumat berikutnya.

Akan tetapi, doa ini tidak hanya terkhususkan untuk hari jumat saja, melainkan juga bisa diamalkan di waktu-waktu lain, sebagai bentuk penghambaan kita terhadap Allah bab rezeki.

Ubah Konten
Ubah Konten

اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْئَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَقَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ،اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةًمِنَ النَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ

📿 Cara Baca :
Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddini wa’afiatan filjasadi waziyadatan fil’ilmi wabarokatan firrizki wataubatan qablalmauti warahmatan ‘indalmauti wamaghfiratan ba’dal mauti, Allahuma hawwin ‘alaina fisakaraatil mauti, wanajaatan minannaari wal afwa indal hisaab.

📖 Artinya :
“Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan taubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul-maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksaan neraka, dan dapatkanlah kami ampunan pada hari hisab (perhitungan).”

📚 WAWASAN :
Doa ini memiliki faidah sesuai dengan artinya, bagaimana agar kita diselamatkan dari penyimpangan agama, diselamatkan dari segala marabahaya dan sakit, diselamatkan dari 3 fase genting saat kematian (yaitu sebelum, saat dan sesudah) sebelum mati dijadikan orang yang taubat, saat mati dicurahi segala bentuk rahmat, usai kematian dan menuju akhirat diberikan segala pengampunan dari dosa-dosa.

Para ulama sering menggunakan doa ini ketika memimpin sebuah acara seperti selamatan, atau saat dimintai untuk memimpin doa, karena terkenal mudah, familiar dan sudah mencakup banyak hal.

اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

📿 Cara Baca :
Allohumma Antas Shoohib fis safar, wal Kholiifah fil ahl, Allohumma innii a’uudzubika min wa’tsaa’is safar wa kaabatil mundzhor wa suu’il munqolab fil maali wal ahl

📖 Artinya :
Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga (yang ditinggal). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan perubahan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

📚 WAWASAN :
Doa yang dibaca Rasulullah ketika bepergian, ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadits shahih Muslim.

Rasulullah ketika bepergian membaca doa ini, dan ketika bepergiannya menggunakan kendaraan atau tunggangan seperti unta atau kuda, maka beliau juga sekaligus membaca bacaan berkendara.

Doa ini bisa diamalkan setiap kali kita akan bepergian ke mana pun, meniru cara bepergiannya nabi, bepergian bersama Allah, menitipkan semua urusan yang ditinggalkan kepada Allah.

سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِی سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقۡرِنِینَ وَإِنَّاۤ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ

📿 Cara Baca :
Subhaanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa, wamaa kunnaa lahuu muqriniin

📖 Artinya :
“Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

📚 WAWASAN :
Doa ini merupakan doa yang terdapat dalam ayat 13 – 14 surat Zukhruf, doa yang juga dibaca Nabi Muhammad SAW saat berkendara, dahulu berkendaranya nabi menggunakan unta, kuda, sekarang berkendaranya kita dengan mobil, sepeda motor, kapal, pesawat, dll.

Tambahan

Terdapat juga amalan yang berasal dari Habib Sholeh, Jember. Amalan untuk dibaca saat berkendara dari beliau adalah membaca :

– Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW
– Al-Kafirun 1X
– An-Nashr 1X
– Al-Ikhlas 1X
– Al-Falaq 1X
– An-Nas 1X

Dijelaskan bahwa faidahnya adalah : agar selama di perjalanan, kita menjadi pribadi yang disungkani, sehingga dimungkinkan selamat dari kejahatan orang tidak dikenal, aamiin.

فَفَهَّمۡنَـٰهَا سُلَیۡمَـٰنَۚ وَكُلًّا ءَاتَیۡنَا حُكۡمࣰا وَعِلۡمࣰاۚ وَسَخَّرۡنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلۡجِبَالَ یُسَبِّحۡنَ وَٱلطَّیۡرَۚ وَكُنَّا فَـٰعِلِینَ

📿 Cara Baca :
Fafahhamnaahaa Sulaimaana wa kullan aatainaa hukmaw wa ilmaw wasakhkhornaa ma’a Daawudal jibaala yusabbihna wath thoiro wakunnaa faa’iliin

📖 Artinya :
”Maka Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kami-lah yang melakukannya.”

📚 WAWASAN :
Doa kecerdasan ini berasal dari Alquran, yaitu amalan berbekal ayat alquran.

Tambahan

Amalan lainnya adalah doa yang biasa dibaca oleh para Kyai, yaitu berikut ini :

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ وَحِفْظَ اْلمَرْسَلِيْنَ وَإِلْهَامَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhummarzuqnâ fahman nabiyyîna wa hifdhal mursalîna wa ilhâmal malâikatil muqarrabîn birahmatika yâ arhamar râhimîna

Artinya: “Ya Allah, anugerahilah kami pemahaman para nabi, hafalan para rasul, dan ilhamnya para malaikat yang dekat (dengan-Mu), sebab kasih sayang-Mu, wahai Dzat yang Mahapengasih.”

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِك

📿 Cara Baca :
Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ’atho-ika.

📖 Artinya :
“Ya Allah, aku memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridho dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu.”

📚 WAWASAN :
Doa ini berasal dari Nabi Muhammad SAW, yaitu dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani.

رَبِّ ٱشۡرَحۡ لِی صَدۡرِی وَیَسِّرۡ لِیۤ أَمۡرِی وَٱحۡلُلۡ عُقۡدَةࣰ مِّن لِّسَانِی یَفۡقَهُوا۟ قَوۡلِی

📿 Cara Baca :
Roobbisyrohlii shodrii, wayassirlii amrii, wahlul uqdatam millisaanii, yafqohuu qouli

📖 Artinya :
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mudah mengerti ucapanku”

📚 WAWASAN :
Doa yang berasal dari Alquran surat Thaha ayat 25 – 28, yang dibaca oleh Nabi Musa ketika mendakwahi kaumnya, begitu juga mendakwahi Firaun.

Doa ini bisa dibaca dengan tujuan untuk melapangkan dada (sabar), mempermudah urusan (lancar berbagai hajat dan keinginannya, atau tujuan baiknya), bisa juga untuk melancarkan cara bertutur kata, agar mudah dimengerti orang.

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلا

📿 Cara Baca :
Allohummaa inni as’aluka ilman naafi’aa, wa rizqon thoyyibaa, wa amalanm mutaqobbala

📖 Artinya :
“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima”

📚 WAWASAN :
Sudah tidak asing lagi, ini adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya sebagaimana diriwayatkan dalam Sunan Ibnu Majjah.

Doa ini mengajarkan kita untuk meminta kepada Allah, sebuah ilmu yang bermanfaat (tentunya ngaji dulu), rezeki yang baik dan halal, serta amalan-amalan yang diterima.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَوْدِعُكَ جَمِيْعَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ، فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ وَلَا تُنْسِنِيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

📿 Cara Baca :
Allahumma innii astaudi’uka jamii’a maa ‘allamtaniihi fardudhu ilayya inda haajatii ilahi wa laa tunsiniihi yaa rabbal ‘aalamiin

📖 Artinya :
“Ya Allah sungguh aku titipkan kepada Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, Kembalikanlah ia kepadaku ketika aku butuhkan, dan janganlah Engkau lupakan dariku Wahai Tuhan Semesta Alam.”

📚 WAWASAN :
Doa ini disampaikan oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi dalam salah satu kitabnya yaitu Nashoihul Ibad.

Sesuai dengan arti daripada doa ini, kita meminta agar Allah menyimpan apa saja yang telah kita pelajari, dan mengembalikan kembali pada kita di saat kita butuhkan. Bahkan, di kalangan pesantren, doa ini menjadi doa manjur untuk menguatkan hafalan. Benar, karena maksud dari menitipkan ilmu yang dipelajari ke Allah, adalah agar kita tidak lupa, sebagaimana agar kita tidak kehilangan file kemudian kita backup di Google Drive, misalnya.

Hanya mengandalkan otak kita, tanpa melibatkan Allah di dalamnya, memungkinkan kerapuhan yang tidak bisa diprediksi, untuk itulah doa ini dihadirkan.

اَللَّهُمَّ اذْهَبْ عَنَّا الْهَمَّ وَالْأَذَى وَعَفَانَا

📿 Cara Baca :
Allohummadzhab annal hamma wal adzaa wa afaanaa

📖 Artinya :
“Ya Allah Ya Tuhanku, (tolong) hilangkanlah dari hati kami, sesuatu yang membuat hati kami gelisah, sakit dan menderita, serta semoga kita senantiasa dibebaskan darinya”

📚 WAWASAN :
Doa ini biasa dibaca oleh Rasulullah SAW selepas sholat, yang kemudian diusapkan ke wajah.

Berfaidah untuk menjaga kita dari kesedihan, kegundahan, kegelisahan dan segala jenis perkara yang tidak nyaman untuk hati dan jiwa.

Selain itu, kita juga bisa mengamalkan nasihat Allah dalam alquran untuk menghilangkan kesedihan, yaitu tidak lain adalah dengan memperbanyak dzikir kepada-Nya:

{ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَتَطۡمَىِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَىِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ }

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Orang-orang yang mampu memadamkan kesedihan, adalah mereka yang senantiasa mampu mengisi waktunya dengan dzikir pada Allah.

لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلَملِكِ الْقُدُّوْسِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَزِيْزِ الْجَبَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّءُوْفِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الغَفُوْرِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَرِيْمِ الْحَكِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَوِيِّ اْلوَفِيّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اللَّطِيْفِ الْخَبِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّمَدِ الْمَعْبُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَفُوْرِ الْوَدُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَكِيْلِ الْكَفِيْلِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّقِيْبِ الْحَفِيْظِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الدَّائِمِ الْقَائِمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمُحْيِ الْمُمِيْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ الْبَارِئِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَاحِدِ اْلاَحَدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمُئْومِنِ الْمُهَيْمِنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَبِيْبِ الشَّهِيْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَلِيْمِ الْكَرِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْاول القديم، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْاَوَّلِ الْاَخِرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الظَّاهِرِ الْبَاطِنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَبِيْرِ الْمُتَعَالِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَاضَىِّ الْحَاجَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ اْلعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّي الْاَعْلَى، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْبُرْهَانِ السُّلْطَانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَّمِيْعِ الْبَصِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيْمِ الْحَكِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ الْغَفَّارش، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ الدَيَّانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَبِيْرِ الْاَكْبَرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيْمِ الْعَلَّامِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الشَّافِى الْكَافِي، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَظِيْمِ الْبَاقِيّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّمَدِ الْاَحَدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ الْاَرْضِ وَالسَّمَوَتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ خَالِقِ الْمَخْلُوْقَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ مَنْ خَلَقَ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ الرّاَزِقِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْفَتَّاحِ الْعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَزِيْزِ الْغَنِيِّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَفُوْرِ الشَّكُوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلعَظِيْمِ اْلعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْمُلْكِ وَالْمَلَكُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى اْلعِزَّةِ وَاْلعَظَمَةِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِي الْهَيْبَةِ وَاْلقُدْرَةِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكِبْرِيَاءِ وَالْجَبَرُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ اْلعَظْيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَالِمِ الْغَيْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَمِيْدِ الْمَجِيْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَكِيْمِ اْلقَدِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَادِرِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلَّامِ السَّلَامِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ النَّصِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَرِيْبِ الْحَسَنَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَلِيِّ الْحَسَنَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّبُوْرِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ النُّوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلغَنِيِّ الْمُعْجِزِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْفَاضِلِ الشَّكُوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الْقَدِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْجَلَالِ الْمُبِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ

الْخَالِصِ الْمُخْلِصِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّادِقِ اْلوَعْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى اْلقُوَّةِ الْمَتِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلقَوِيِّ الْعَزِيْزِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لَايَمُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلعَلَّامِ الْغُيُوْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ اْلعُيُوْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْغُفْرَانِ الْمُسْتَعَانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحِيْمِ الْغَفَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلَعَزِيْزِ الْوَهَّابِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَادِرِ الْمُقْتَدِرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْغُفْرَانِ الْحَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الملك، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ البارئ المصور، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ العزيز الجبار، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الجبار الْمُتَكَبِّرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلقُدُّوْسِ السُبُّوْحِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ الْمَلِائِكَةِ وَالرُّوْحِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْاَلَاءِ وَالنَّعْمَاءِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَقْصُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَنَّانِ الْمَنَّانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اَدَمُ صَفِيُّ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ نُوْحٌ نَجِيُّ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ اِبْرَاهِيْمُ خَلِيْلٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ اِسْمَاعِيْلُ ذَبِيْحُ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُوْسَى كَلِيْمُ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ دَاُوْدُ خَلِيْفَةٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ عِيْسَى رُوْحٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلٌ اللهِ، اَلَّلهُمَّ ارْحَمْنَا بِبَرْكَةِ تَوْرَاةِ مُوْسَى وَاِنْجِيْلِ عِيْسَى وَزَبُوْرِ دَاوُدَ وَفُرْقَانِ مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

📿 Cara Baca :
Bismillahirrahmaanirrahiim. Laa ilaha illa Allah, laa ilaha illa Allah, laa ilaha illa Allah al maliikul khaqqul mubiin, laa ilaha illa Allah al khakamul ‘adlul mubiin, laa ilaha illa Allah robbu abaainal awwaliin, laa ilaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadzzoolimiin.

Laa ilaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu. Lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa khayyun daaimun laa yamuutu abada biyadihil khoir wailaihil mashir wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir. Wa bihi nasta’in wala haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim.

Laa ilaha illa Allah syukron lini’matih, laa ilaha illa Allah iqrooron birubuubiyyatih, subhaanallahi tanziihan li’adzomatihi. As-alukallahu bikhaqqismikal maktubi ‘ala jabhati isroofiila ‘alaika yaa robbi.

Wa bikhaqqismikal maktuubi ‘ala kaffi ‘azroiila ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi sammayta bihi munkaron wa nakiiron alaika ya robbi.

Wa bikhaqqis mika wa asroori ‘ibaadika alaika yaa robbi, wa bikhaqqis mikalladzi tamma bihil islaam alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi talqoohu aadamu lamma habatho minal jannati fanaa daaka falabayta du’aa ahu ‘alaika ya robbi, wa bikhaqqiis mikalladzi naa daka bihi syi’tu alaika yaa robbi.

Wa bikhaqqis mikalladzi qowwaytu bihii khamalahul ‘arsyi alaika yaa robbi. Wa bikhaqqismikal maktuubaati fiitaurooti wal injiili wazzabuuri wal furqooni alaika yaa robbi, wa bikhaqqi asmaaika ila muntaha rohmatika ala ‘ibaadika ‘alaika yaa robbi.

Wa bikhaqqi tamaami kalaamika ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi nadaika bihi ibroohiimu faja’altannaro ‘alaihi bardan wa salaaman ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzii naa daaka bihii ismaa’iilu fanajjaytuhu minadzabkhi ‘alaika ya robbi.

Wa bikhaqqis mikalladzi naa daa ka bihi iskhaaqu faqodhoyta khajatahu ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naa daa ka bihi huudun alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi da’aaka bihi ya’quubu farodadta ‘alaihi bashorohu wawaladahu yuusufa ‘alaika yaa robbi.

Wa bikhaqqis mikalladzi naadaka bihiidaawuudu faja’altahu kholiifata fil ardhi wa alanta lahul khadiida fii yadiihi ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi da’aaka bihi sulaimaanu fa’a’thoytahu mulkal ardli ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka bihii ayyubu fanajjaytahuminal ‘ammilladzi kaana fiihi ‘alaika yaa robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka ‘isaabnu maryam faakhyaytu lahul mauta ‘alaika yaa robbi.

Wa bikhaqqis mikalladzi naadaka bihi muusa lamma khothobaka ala thuri alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadatka bihi asiyyatumroatu fir’auna farozaqtahal jannata ‘alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka bihi banuu isrooila lamma jaawazuul bahro alaika ya robbi.

Wa bikhaqqis mikalladzi naadaaka bihil khodhiiru lamaa massya ‘alal maa i alaika ya robbi. Wa bikhaqqis mikalladzii naa daaka bihi muhammaun shollallahu alaihi wasallam yaumal ghoori fanajjaytahu ‘alaika ya robbi.

Innaka antalkariimul kabiiru. Wa khasbunallah wa ni’mal wakiilu wa laa khaula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim. Wa shollallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ala aalihi wa sohbihi wa saallam.

📖 Artinya :
Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah dan maha penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci raja maha kudus. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT, maha suci Tuhan yang maha perkasa dan maha kuasa.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengasih dan lagi maha penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun dan maha penyayang.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mulia dan juga maha bijaksana. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuat dan juga maha memenuhi.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha halus dan juga maha mengetahui. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang bergantung padanya segala sesuatu lagi yang disembah.

PlayUnmute
Fullscreen
Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha pecinta. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penolong dan maha pelindung.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengawasi serta maha memelihara. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka suci Tuhan yang kekal dan mengurus makhluk-makhluk Nya.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menghidupkan juga mematikan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hidup dengan kekal dan terus menerus mengurus makhluk-Nya.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan dan menjadikan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha tinggi dan juga maha besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang satu dan esa.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memberi keamanan dan juga maha memelihara. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mencita dan maha menyaksikan.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyantun dan juga maha mulia. Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang pertama serta maha terdahulu. Pertama dan juga yang terakhir.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang lahir dan juga batin (nyata dan tersembunyi). Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar dan juga maha tinggi.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memenuhi seluruh keperluan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai Arsy besar.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah dan maha penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha tinggi.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki bukti dan juga kekuasaan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mendengarkan dan juga maha melihat.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang satu dan maha mengalahkan. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui dan maha bijaksana.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi kesalahan serta maha pengampun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah dan juga maha membalas. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha agung serta maha besar.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui lagi maha memeriksa. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
maha suci Tuhan yang menyembuhkan lagi maha mencukupi.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar lagi kekal. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu lagi esa. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai bumi dan langit.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan pencipta semua makhluk. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan malam dan siang hari.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi yang memberi rezeki.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemberi keputusan lagi maha mengetahui.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha kaya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha mensyukuri. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar lagi maha mengetahui.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kerajaan bumi dan langit. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki pengaruh dan kekuasaan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kekuasaan dan kebesaran.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha besar. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mengetahui hal yang gaib.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha terpuji lagi maha mulia.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha bijaksana lagi maha terdahulu. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi maha menutupi.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha besar. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui lagi maha sejahtera.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menjadi raja lagi maha penolong. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha pemurah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
maha suci Tuhan yang dekat kebaikan-kebaikan-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai kebaikan-kebaikan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyabar lagi maha menutupi kesalahan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan nur. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha mengalahkan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mulia lagi maha mensyukuri.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha terdahulu.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki keagungan lagi maha menerangkan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang murni lagi memurnikan.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang benar janji-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hak lagi yang menerangkan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kekuatan lagi maha kokoh. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
maha suci Tuhan yang maha kuat lagi maha perkasa. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hidup lagi tidak mati.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui semua yang gaib.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
maha suci Tuhan yang maha menutupi semua cacat (aib). Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki ampunan lagi dimintai pertolongan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan semesta alam.
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah lagi maha menutupi.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyayang lagi maha pengampun.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha pemberi karunia. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi memberi kekuasaan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki ampunan lagi maha penyantun.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki semua kerajaan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi memberi bentuk. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha kuasa.
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi maha agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Allah dari apa yang digambarkan oleh mereka (orang-orang musyrik).

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan dalam dzat dan sifat-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
maha suci Tuhan para malaikat dan ruh.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki tanda-tanda kebesaran dan nikmat.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci raja yang menjadi tujuan.
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengasih lagi maha pemberi anugerah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Adam pilihan Allah.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Nuh, orang yang diselamatkan oleh Allah.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Ibrahim kekasih Allah.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Ismail yang disembelih Allah.Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Musa, orang yang diajak berbicara oleh Allah.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Daud, khalifah yang diangkat oleh Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Isa adalah ruh ciptaan Allah.
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Muhammad utusan Allah. Ya Allah, rahmatilah kami berkat taurat Musa, Injil Isa, Zabur Daud, dan Al Quran Muhammad Saw. Utusan Allah dengan rahmat-Mu wahai yang maha penyayang di antara para penyayang. Dan, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

📚 WAWASAN :
Doa ini bernama doa Kanzul Arsy, sebuah bacaan yang menawan, indah dan megah, di dalamnya kita dapat menjumpai bahwa disebutkannya orang-orang berharga dalam sejarah keislaman, orang-orang yang ada dalam literasi alquran yang berkontribusi pada agama islam.

Yang lebih hebatnya lagi, dipenuhi dengan pujian-pujian kepada Allah SWT, ini sebagaimana karakteristik para ulama salaf, lebih mendahulukan memuji Allah dibandingkan meminta (saat berdoa), yakni kandungan memujinya lebih banyak dibandingkan kandungan meminta sesuatunya.