Fiqih Pernikahan dan Amalannya

اللهم ابعث بعلا صالحا لخطبتى وعطف قلبه علي بحق كلامك القديم وبرسولك الكريم بالف الف لاحولا ولا قوة الا بالله العلي العظيم وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين

 

📿 Cara Baca :
Allohummab’ats ba’lan shoolihan Li khitbatiy, wa Atthif qolbahu alayya bihaqqi kalaamikal qodim warosuulikal kariim, bi alfi alfi Laa Haula Walaa Quwwata illaa billaahil ‘Aliyyil ‘Adziim, wa shallallahu ala sayyidinaa muhammadin wa alaa aalihi wa shohbihii wasalllam, walhamdulillahi robbil aalamiin

📖 Artinya :
“Ya Allah kirimkan calon suami yang sholih untuk meminangku, lembutkan hatinya dengan Haq Firman-Mu yang terdahulu dan utusan-Mu yang mulia, dengan berkah sejuta Laa Haula Walaa Quwwata illaa billaahil ‘Aliyyil ‘Adziim, shalawat serta salam semoga tercurahkan pada Baginda Muhammad, keluarga dan para sahabatnya, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”

قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيْجَهَا بِالْمَهْرِ المذْكُوْرِ

 

📿 Cara Baca :
Qabiltu nikâḫahâ wa tazwîjahâ bil mahril madzkûr

📖 Artinya:
“Saya terima nikah dan kawinnya dengan mas kawin tersebut.”

أَللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

 

📿 Cara Baca :
Allahumma innî as`aluka khairahâ wa khaira mâ jabaltahâ ‘alaihi wa a’ûdzu bika min syarrihâ wa min syarri ma jabaltahâ ‘alaihi

📖 Artinya :
“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan perempuan ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekan perempuan ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya.”

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِكُلٍّ مِنَّا فِي صَاحِبِه

 

📿 Cara Baca :
Allohumma Baarik Likullim minnaa fii Shoohibih

📖 Artinya :
“Ya Allah, mohon berkahilah setiap masing-masing dari kami atas pasangannya”

Amalan saat hendak berhubungan, lebih utama lagi bila diamalkan sedari awal kali akan berhubungan atau yang biasa disebut dengan istilah ‘Malam Pertama’, berikut ini :

1. Pertama, suami hendaknya uluk salam terlebih dahulu :

السلام عليكم ياباب الرحمة

 

Assalamu’alaikum yaa Baabar Rohmah “Assalamu’alaikum wahai pintu kasih sayang”

2. Kemudian istri menjawab :

وعليكم السلام ياسيد الأمين

Waalaikumsalam yaa Sayyidal Amiin “waalaikumsalam wahai tuan yang terpercaya”

3. Selanjutnya, suami meraih dan memegang kedua tangan istri seraya berdoa :

رضيت بالله ربا

Rodhiitu billaahi robba “Aku ridho bahwa Allah adalah Tuhanku”

4. Kemudian suami meremas-remas kedua payudara istrinya seraya berdoa dalam hati :

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Allohumma sholli alaa sayyidina Muhammad wa’ala aali sayyidina Muhammad “Semoga Allah mencurahkan sholawat kepada Baginda Nabi beserta keluarganya”

5. Lanjut suami mengecup kening istrinya seraya berkata dalam hati :

يالطيف الله نور على نور شهد النور على من يشاء

Yaa Lathiif, Allahu nuurun alaa nuur, Syahidan nuuro alaa man Yasyaa’ “Wahai yang Maha Lembut, Allah cahaya di atas cahaya, menyaksikan cahaya atas hamba yang dikehendaki-Nya”

6. Kemudian suami memiringkan istri ke kiri sambil mencium dan meniup telinga kanan, lanjut sebaliknya dimiringkan ke kanan sambil mencium dan meniupnya. Dan ini sembari berdoa :

في سمعك الله سميع

Fii sam’ikillaahu Samii’ “di Dalam telingamu, Allah Maha Mendengar apapun tentang kita”

7. Kemudian, suami mencium mata istri mulai kanan hingga kiri sembari berdoa :

اللهم إنا فتحنا لك فتحا مبينا

Allohumma innaa fatahnaa laka fatham Mubiina “Ya Allah Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”

8. Selanjutnya suami mencium kedua pipi istri, dari kanan hingga kiri sambil berdoa :

يا كريم يا رحمن يا رحيم يا الله

Yaa Kariim, Yaa Rohmaan, Yaa Rohiim, Yaa Allah “Wahai Dzat yang Maha Mulia, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, wahai Allah”

9. Kemudian mengecup hidung seraya berkata :

فَرَوۡحࣱ وَرَیۡحَانࣱ وَجَنَّتُ نَعِیمࣲ

Farouhuw Waroihaanuw Wajannatu Na’iim “maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.”

10.

بِسْمِ اللهِ العِلِيِّ العَظِيْمِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنْ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ صُلْبِيْ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِيْ

 

📿 Cara Baca :
Bismillâhil ‘aliyyil ‘azhîm. Allâhummaj‘alhu dzurriyyatan thayyibah in qaddarta an takhruja min shulbî. Allâhumma jannibnis syaithâna wa jannibis syaithâna mâ razaqtanî.

📖 Artinya :
Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Tuhanku, jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kau anugerahkan padaku.

📚 WAWASAN
Sesuai pada arti daripada doa tersebut, suami-istri berharap agar hubungannya tidak sekedar memuaskan nafsu tetapi juga beribadah dan dijauhkan dari Setan,

Agar kelak, ketika berbuah atau hasil, kehamilannya juga terjaga dari Setan dan anaknya pun menjadi Saleh atau Salehah, aamiin.

Dijelaskan dalam kitab Bujairimi alal Khotib, terdapat sebuah faidah dari Rasulullah SAW, bahwa barangsiapa yang menginginkan anaknya seorang laki-laki, maka suami hendaknya meletakkan tangan pada perut sang istri saat permulaan kehamilan, sembari berdoa sebagaimana berikut ini :

اللهم إني أسمي ما في بطنها محمدا فاجعله لي ذكرا

 

📿 Cara Baca :
Allohumma innii usammii maa fii Bathnihaa Muhammadan, faj’alhu liy Dzakaron

📖 Artinya :
“Ya Allah, sesungguhnya aku akan menamai anak yang ada di perutnya (yang sedang dikandung istriku) dengan nama Muhammad, maka jadikanlah ia sebagai anak (berkelamin) laki-laki.”

📚 Bujairimi alal Khotib

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ مَنْ أَرَادَ أَنْ تَلِدَ امْرَأَتُهُ ذَكَرًا فَإِنَّهُ يَضَعُ يَدَهُ عَلَى بَطْنِهَا فِي أَوَّلِ الْحَمْلِ وَيَقُولُ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إنِّي أُسَمِّي مَا فِي بَطْنِهَا مُحَمَّدًا فَاجْعَلْهُ لِي ذَكَرًا فَإِنَّهُ يُولَدُ ذَكَرًا إنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى

وَأَلۡقَیۡتُ عَلَیۡكَ مَحَبَّةࣰ مِّنِّی وَلِتُصۡنَعَ عَلَىٰ عَیۡنِیۤ

 

📿 Cara Baca :
Wa-alqoytu alaika mahabbatamm minniy, wa litusna’a alaa ‘ainiy

📖 Artinya :
”Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.”

📚 WAWASAN
Apakah keluarga Tsirwah tau? Di atas adalah ayat yang menunjukkan bahwa Allah senantiasa mencurahkan kasih sayang-Nya kepada Nabi Musa, meskipun saat ditakdirkan untuk dihanyutkan di sungai ketika bayi,

Hal ini agar siapapun yang menemukan dan mengasuh nabi Musa, senantiasa merawatnya dengan penuh kasih sayang, makanya kemudian kita diberitahukan bahwa istri Fir’aun pun merawat nabi Musa dengan penuh kasih sayang (yang mana notabene adalah keluarga dari Musuh utamanya).

MasyaAllah, semoga pasangan kita selalu memandang kita dengan pandangan penuh kasih sayang, dengan pandangan ‘Ainillah, ‘Ainirrohmatillah, aamiin.

Kehamilan adalah pondasi utama dalam mengasuh anak, mengasuh seorang anak tidak hanya dimulai ketika sudah bayi, alias sudah lahir dan wujud, tetapi jauh sebelum itu adalah sejak hamil.

Hal ini disebabkan ajaran islam untuk senantiasa menjaganya dari keburukan, seperti keburukan Syaithan, dibuktikan dengan adanya doa masyhur sebelum berhubungan badan antara suami-istri (lihat doa penting sebelum berhubungan badan di atas).

Maka, sedari kehamilan, seorang ibu hendaknya sudah mulai merawat, menjaga, mendidik, serta bermujahadah untuk anaknya.

Berikut yang bisa diamalkan untuk me-riyadlohi anak turun kita :

Tidak meninggalkan sholat dan menambahkannya dengan sholat² sunnah, ini mengajarkan anak untuk menjaga tiang agama
Memperbanyak dzikir, karena kunci hidup adalah mengingat Pencipta
Memperbanyak membaca Alquran, harapan untuk mengajarkan anak agar selalu terhubung dengan Penciptanya
Bersedekah, cara mendidik sedari dini dalam rangka Hablumminannas
– dan Berbagai amalan kebaikan lainnya

Beberapa ulama melakukan amalan khusus, misalnya seperti

– Menghatamkan Alquran sebanyak 30 kali selama masa hamil sampai lahir, dengan harapan anaknya menjadi Penghafal Quran di masa depan
– Sering mutholaah (ngaji kitab-kitab ulama) di dekat anak yang sedang dikandungnya, agar ia kelak menjadi seorang Alim Ulama
– Memperbanyak membaca surat Yusuf atau Maryam, dengan harapan agar anaknya tampan atau cantik
– dan lain-lain

Berikut salah satu dzikir yang bisa dijadikan wiridan bagi ibu hamil, yakni dibaca berulang kali sebanyak yang ia mampu per harinya, bersumber dari surat Al-Furqan ayat 74 :

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَ ٰ⁠جِنَا وَذُرِّیَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡیُنࣲ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِینَ إِمَامًا

📿 Cara Baca :
Robbanaa Hablanaa min Azwaajinaa wa Dzurriyyaatinaa Qurrrota A’yuniw Waj’alnaa Lil Muttaqiina Imaamaa

📖 Artinya :
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَمِنَ اللهِ وَإِلَى اللهِ وَلَا غَالِبَ إِلَّا اللهُ وَلَا يُفَوِّتُهُ هَارِبٌ مِنَ اللهِ وَهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، نُعِيْذُ هٰذَا الْحَمْلَ الْبَالِغَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ بِاللهِ اللَّطِيْفِ الْحَفِيْظِ الَّذِيْ لَآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ وَنُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ وَبِأَسْمَآئِكَ الْعَظِيْمَةِ وَآيَاتِهِ الْكَرِيْمَةِ وَحُرُوْفِهَا الْمُبَارَكَةِ مِنْ شَرِّ الْإِنْسِ وَالْجَآنِّ وَمِنْ مَكْرِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْاٰوَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ الْفِتَنِ وَالْبَلَايَا وَالْعِصْيَانِ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا كَرِيْمًا كَامِلًا عَاقِلًا عَلِيْمًا نَافِعًا مُبَارَكًا حَلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ زَيِّنْهُ بِزِيْنَةِ الْأَخْلَاقِ الْكَرِيْمَةِ وَالصُّوْرَةِ الْجَمِيْلَةِ ذِي الْهَيْبَةِ وَالْهَيْئَةِ الْمَلِيْحَةِ وَالرُّوْحِ عَلَى الْفِطْرَةِ الْجَزِيْلَةِ. اَللّٰهُمَّ اكْتُبْهُ فِيْ زُمْرَةِ الْعُلَمَآءِ الصَّالِحِيْنَ وَحَمَلَةِ الْقُرْاٰنِ الْعَامِلِيْنَ وَارْزُقْهُ عَمَلاً يُقَرِّبُهُ إِلَى الْجَنَّةِ مَعَ النَّبِيِّيْنَ يَآ أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ وَيَا خَيْرَ الرَّازِقِيْنَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْهُ وُأُمَّهُ فِيْ طَاعَتِكَ الْمَقْبُوْلَةِ وَذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ الْمُرْضِيَّةِ وَاحْفَظْهُ مِنَ السَّقْطِ وَالنَّقْصِ وَالْعِلَّةِ وَالْكَسَلِ وَالْخِلْقَةِ الْمَذْمُوْمَةِ حَتَّى وَضَعَتْهُ أُمُّهُ عَلَى صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَسُهُوْلَةٍ وَيُسْرَةٍ مِنْ غَيْرِ مَرَضٍ وَتَعَبٍ وَعُسْرَةٍ بِشَفَاعَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 

📿 Cara Baca :
A’ûdzu billâhi minasy syaithânir rajîm(i). Bismillâhirraḫmânirraḫîm(i). Wa minaLlâhi wa ilaLlâhi wa lâ ghâliba illaLlâhu wa lâ yufawwituhu hâribun minaLlâhi wa huwal hayyul qayyûmu, nu’îdzu hadzal ḫamla al-bâlighi arba’ata asyhui billâhil lathîfil ḫâfidzil ladzî lâ ilâha illa huwa ‘âlimul ghaibi wasysyahâdati huwar-raḫmânur-raḫîmu wa nu‘îdzuhu bikalimatiLlâhi at-Tâmmati wa bi asmâika al-‘adzîmati wa âyâtihi al-karîmati wa hurûfihâ al-mubârakati min syarril insi wal jânni wamin makril laili wan nahâri wal awâni wamin jamî’il fitani wal balâI wal ‘ishyâni wa min syarrin naffâtsâti fil ‘uqudi wamin syarri hâsidin idzâ ḫasad. Allâhumma ij’alhu waladan shâliḫankarîman kâmilan ‘âqilan ‘alîman nâfi’an mubârakan ḫalîman.

Allâhumma zayyinhu bizînatil akhlâqi al-karîmati washshûrati al-jamîlati dzil-haibati wa- haiati al-malîhati warrûhi ‘alal fithrati al-jazîlati. Allâhumma uktubhu fî zumratil ulamâish shâlihîn wa ḫamalatil qur`ânil ‘âmilîna warzuqhu ‘amalan yuqarribuhu ilal jannati ma’an nabiyyîna yâ Akramal akramîn wa yâ Khairar Râziqîn.

Allâhumma-rzuqhu wa ummuhu fî thâ’atika almaqbûlata wa dzikrika wa syukrika wa ḫusni ‘ibâdatika al-mardliyyati wa-ḫfadzhu minassaqti wannaqshi wal ‘illati walkasali wal khilqati al-madzmûmati ḫatta wadla’athu ummuhu ‘ala shiḫḫatin wa ‘âfiyatin wa suhûlatin wa yusratin min ghari maradlin wa ta’abin wa ‘usratin bi syafâ’ati sayyidinâ Muḫammadin shallaLlâhu ‘alaihi wa sallam.

📖 Artinya :
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Dari Allah, kepada Allah, tidak ada yang menang kecuali Allah, tiada yang bisa berlari dari Allah, Dia Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Kami memohon perlindungan bagi janin yang berumur 4 bulan ini pada Allah Yang Maha Lembut, Yang Maha Menjaga, tiada tuhan selain Dia Yang Maha Mengetahui hal-hal gaib dan terlihat. Dia Maha Pengasih lagi Penyayang.

Kami memohon perlindungan bagi janin ini pada kalimat-kalimat Allah yang sempurna, asma-asma-Nya yang agung, ayat-ayat-Nya yang mulia, huruf-huruf-Nya yang diberkati dari kejelekan manusia dan jin, dari godaan malam, siang, dan waktu, dan dari segala fitnah, bala dan maksiat, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki saat mereka mendengki.

Ya Allah jadikanlah dia (janin) ini sebagai anak yang saleh, mulia, sempurna, berakal, alim, bermanfaat, terberkati, dan bijaksana. Ya Allah, hiasi dia dengan hiasan akhlak yang mulia dan rupa dan indah, memiliki wibawa dan tingkah yang manis, dan ruh yang suci lagi agung. Ya Allah, tulis takdirnya sebagai bagian dari para ulama yang saleh, penghafal dan pengamal Al-Qur’an yang bisa mendekatkannya pada surga beserta para Nabi, wahai Dzat paling mulia diantara mereka yang mulia dan Dzat Pemberi rizqi Terbaik.

Ya Allah berikan rizqi pada dia dan ibunya untuk taat yang diterima, untuk mengingat Engkau, bersyukur pada-Mu, dan beribadah yang baik pada-Mu. Jaga dia dari keguguran, kekurangan, cacat, malas, dan bentuk yang tercela hingga ibunya melahirkannya dalam kondisi sehat wal afiat, secara mudah, gampang, tanpa sakit, susah, dan penat. Dengan syafaat Nabi Muhammad SAW.”

📚 WAWASAN

Dalam kitab Shahih Bukhari dijelaskan :

قَالَ: إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ لَهُ: اكْتُبْ عَمَلَهُ، وَرِزْقَهُ، وَأَجَلَهُ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ، ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ،…

Artinya: “Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya …”

Maka, doa di atas tadi sangat bisa untuk kita jadikan amalan di masa-masa anak kita mulai ditiupkan ruh padanya, berharap agar dia terawali dengan siraman berkah doa yang baik, pada awal kehidupannya, aamiin.

اَللّٰهُمَّ يَا مُبَارِكُ بَارِكْ لَنَا فِي الْعُمْرِ وَالرِّزْقِ وَالدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْوَلَدِ. اَللّٰهُمَّ يَا حَافِظُ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ وَاشْفِهِ مَعَ أُمِّهِ أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ وَلَا تُقَدِّرْهُ سَقَمًا وَلَا مَحْرُوْمًا. اَللّٰهُمَّ صَوِّرْ مَا فِي بَطْنِهَا صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً وَثَبِّتْ فِيْ قَلْبِهِ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ. اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُرُهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْاٰنِ وَالْحَدِيْثِ بِجَاهِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ

 

📿 Cara Baca :
Allâhumma yâ mubârik, bârik lanâ fil ‘umri war rizqi wad dîni wad dunya wal waladi. Allâhumma yâ hâfidzu, ihfadz waladî mâ dâma fî bathni ummihi wasyfihi ma’a ummihi anta asy-syâfî lâ syifâ`an illâ syifâuka wa lâ tuqaddirhu saqaman wa lâ mahrûman.

Allâhumma shawwir mâ fî bathnihâ shûratan ḫasanatan jamîlatan kâmilatan wa tsabbit fî qalbihi îmânan bika wa bi rasûlika fiddun-yâ wal âkhirah. Allâhumma thawwil ‘umurahu wa shaḫḫih jasadahu wa ḫassin khuluqahu wafshaḫ lisânahu wa aاsin shautahu li qirâ-atil qur’âni wal hadîtsi bi jâhi sayyidil mursalîn

📖 Artinya :
“Ya Allah Sang Pemberi Berkah, berkahi kami dalam umur, rizqi, agama, dunia, dan anak. Ya Allah Sang Penjaga, jaga anakku selama dia berada di perut ibunya, beri kesehatan pada dia dan ibunya. Engkau Sang Pemberi Kesehatan. Tiada kesehatan kecuali dari-Mu, tiada yang bisa mentakdirkan sakit dan bahaya.

Ya Allah, bentuklah janin yang ada di perut ibunya dengan rupa yang baik, indah, dan sempurna. Tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu dan rasul-Mu di dunia dan akhirat. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan akhlaknya, fasihkan lisannya, merdukan suaranya untuk membaca Al-Qur’an yang mulia dan hadits, dengan berkah derajat sang penghulu para utusan.”

وَهُزِّیۤ إِلَیۡكِ بِجِذۡعِ ٱلنَّخۡلَةِ تُسَـٰقِطۡ عَلَیۡكِ رُطَبࣰا جَنِیࣰّا

 

📿 Cara Baca :
Wahuzziiii ilaiki bijidz’inn nakhlati tusaaqith alaiki rutobann janiyyaa

📖 Artinya :
“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. “

📚 WAWASAN
Dibaca saat mulai buka-an atau di saat menjelang persalinan,bertujuan mengharapkan keberkahan dari Allah, dipercepat prosesnya agar segera melahirkan,

Bisa dilakukan oleh orang yang hamilnya lengkap sesuai usia normal kandungan, bisa juga untuk orang yang akan melahirkan prematur, sama-sama bertujuan mempercepat proses persalinan.

حنا ولدت مريم و مريم ولدت عيسى، أخرج أيهالمولود بقدرة الملك المعبود

 

📿 Cara Baca :
Hanna waladat Maryam wa Maryam waladat Isa, ukhruj aiyyuhal walad biqudrotil malikil Ma’buud

📖 Artinya :
“Hanna melahirkan Maryam dan Maryam melahirkan Isa, wahai anak keluarlah, dengan berkah Kekuasaan Raja di Raja yang patut Disembah (Allah)”

📚 WAWASAN
Dibaca saat proses persalinan sebanyak yang ia mampu sepanjang proses persalinan, bisa juga dibaca saat menjelang proses persalinannya,

Ini bisa dibaca oleh orang yang akan melahirkan tersebut, ataupun orang-orang yang hadir di sana juga bisa membantu berdzikir dan mendoakan dengan doa ini.