Fiqih Sholat dan Bacaannya
Syarat wajib sholat adalah 3 yaitu :
– Islam (sholat tidak bisa dikerjakan jika belum islam)
– Baligh (untuk anak yang belum baligh, artinya sebagai pembelajaran dan pembiasan ibadah sejak dini)
– Berakal (mukallaf)
📚 Matan Taqrib
Syarat sah sholat, yakni apa saja yang menjadi syarat agar sholat yang dilakukan sah, jika perkara ini tidak terpenuhi, maka sedari awal takbirotul ihram sudah tidak sah sholatnya. Berikut 5 syarat sah sholat :
– Suci dari hadats kecil maupun besar
– Tempat yang suci dari segala najis yang tidak dima’fu
– Badan yang suci dari najis (seandainya di pertengahan sholat kejatuhan najis di pakaian atau badan, dan najis tersebut tidak bisa dihilangkan dalam sekejap, maka batal sholatnya)
– Mengetahui masuknya waktu sholat (jika sholat lebih dahulu dari waktunya, meskipun hanya 3 menit, maka tidak sah, dan nanti saat sudah masuk waktunya, wajib sholat lagi)
– Menghadap kiblat
📚 Fathul Qarib ala Matan Taqrib
Rukun-rukun sholat adalah hal-hal yang wajib dilakukan selama sholat, ada yang berupa gerakan, ada juga yang berupa ucapan.
Berikut ini Rukun sholat :
– Niat
– Takbiratul Ihram
– Membaca Fatihah
Berdiri (saat mampu)
– Ruku dan thuma’ninah
– I’tidal dan thuma’ninah
– Sujud dua kali dan thuma’ninah
– Duduk di antara dua sujud
– Tasyahud dan Tahiyat akhir
– Salam
– Niat keluar dari sholat
– Tartib alias berurutan
📚 Jika dilihat dari segi Qouli dan Fi’li
Rukun Qouli (ucapan, dan ini wajib disuarakan minimal terdengar telinganya sendiri) :
– Takbiratul Ihram
– Membaca Fatihah
– Tahiyat Akhir (yaitu attahiyyatul sampai allohumma sholli ala sayyidina muhammad, ini bagian wajibnya)
– Salam Pertama (salam kedua, sunah)
Rukun Fi’li (gerakan) :
– Berdiri (saat mampu)
– Ruku dan thuma’ninah
– I’tidal dan thuma’ninah
– Sujud dua kali dan thuma’ninah
– Duduk di antara dua sujud
– Tasyahud Akhir dan sholawat (duduknya tahiyat akhir)
– Salam pertama (gerakannya)
📚 Fathul Qarib
Sunah dalam sholat terbagi menjadi 2 yaitu sunah ab’ad dan sunah hai’at, berikut ini :
A. Sunah Ab’ad (sunah yang include di dalam sebuah rukun) :
– Tasyahud Awal
– Membaca Qunut pada waktu i’tidal sholat subuh
B. Sunah Hai’at (sunah yang di luar rukun sholat) :
– Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram
– Mengangkat kedua tangan saat hendak ruku dan i’tidal
– Membaca doa iftitah atau tawajjuh
– Membaca doa isti’adzah (a’udzubillah…) sebelum Fatihah
– Membaca dengan suara keras pada saat subuh, maghrib, isya, sholat hari raya dan sholat jumat
– Membaca dengan pelan di selain yang disebutkan itu
– Membaca ‘aamiin’ saat fatihah
– Membaca surat pendek usai fatihah
– Bertakbir, membaca ‘Allohu Akbar’ saat hendak ruku, sujud, bangun dari sujud
– Membaca ‘sami’allohu liman hamidah’ saat bangun dari ruku
– Membaca tasbih waktu ruku dan sujud
– Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha saat tasyahud
– Membentangkan jari telunjuk kanan ke depan saat tasyahud
– Duduk Iftirasy
– Duduk Tawarruk
– Salam kedua
📚 Fathul Qarib
Hal-hal yang membatalkan sholat memiliki jumlah yang variatif jika dilihat dari berbagai kitab fiqih. Berikut ini adalah 11 hal yang membatalkan sholat versi kitab fiqih Fathul Qarib :
1. Bicara atau berkata dengan sengaja dan memahamkan (2 huruf lebih dari kalimat yang memahamkan, itu sudah membatalkan, contohnya; قات dari kata قاتل yakni ‘bun’ dari kata ‘bunuhlah’)
Termasuk dari bab bicara ini adalah :
– Batuk
– Bersin
– Tertawa atau menangis
– Menguap
– Sendawa
– Berdehem
– Mendengus dengan hidung
– Menghembus angin dengan mulut
Semua ini membatalkan sholat jika sengaja, apalagi jika ada unsur main-main dan bukan udzur (Majmu’ Syarh Muhadzab). Lebih jelasnya silahkan baca di artikel Tsirwah.
2. Melakukan gerakan besar secara sengaja sebanyak 3 kali atau lebih secara berturut-turut
3. Berhadats kecil atau besar (kentut, ngompol, dll)
4. Terkena atau kejatuhan najis (jika seperti tai cicak kering dan langsung disentil, maka tidak batal jika memang tak berbekas)
5. Terbukanya aurat (bila segera ditutup, maka tidak batal)
6. Merubah niat dari fardhu ke sunah atau niat keluar dari sholat alias niat membatalkan sholat (termasuk misalnya dalam hati, “saya akan batalkan bila teman saya datang”, maka ini sudah membatalkan)
7. Membelakangi atau berpaling dari kiblat dengan dada
8-9. Makan atau minum, yakni menelan sesuatu
10. Tertawa terbahak-bahak (sebagaimana poin pertama)
11. Murtad atau ada kegiatan qouli maupun fi’li yang mengakibatkan keluar dari islam
📚 Fathul Qarib
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً/مَأْمُوْمًا/إِمَامًا للّٰهِ تَعَالَى
📿 Cara Baca :
Usholli Fardhol Subhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa an/Ma’muuman/Imaaman Lillaahi Ta’aalaa.
📖 Artinya :
“Saya berniat sholat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat di dalam waktu sendiri/ma’mum/imam karena Allah Ta’ala”
أُصَلِّى فَرْضَ الظُهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً/مَأْمُوْمًا/إِمَامًا للّٰهِ تَعَالَى
📿 Cara Baca :
Usholli Fardhol Zuhri Arba’a Roka’aatim Mustaqbilal Qiblati Adaa an/Ma’muuman/Imaaman Lillaahi Ta’aalaa.
📖 Artinya :
“Saya berniat sholat fardu zuhur empat rakaat menghadap kiblat di dalam waktu sendiri/ma’mum/imam karena Allah Ta’ala”
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
📿 Cara Baca :
Usholli Fardlol Ashri Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa an/Ma’muuman/Imaaman Lillaahi Ta’aalaa.
📖 Artinya :
“Saya berniat sholat fardu asar empat rakaat menghadap kiblat di dalam waktu sendiri/ma’mum/imam karena Allah Ta’ala”
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَ
📿 Cara Baca :
Usholli Fardlol Maghribi Tsalaatsa Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa an/Ma’muuman/Imaaman Lillaahi Ta’aalaa.
📖 Artinya :
“Saya berniat sholat fardu magrib tiga rakaat menghadap kiblat di dalam waktu sendiri/ma’mum/imam karena Allah Ta’ala”
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
📿 Cara Baca :
Usholli Fardlol I’syaa-i Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa an/Ma’muuman/Imaaman Lillaahi Ta’aalaa.
📖 Artinya :
“Saya berniat sholat fardu isya’ empat rakaat menghadap kiblat di dalam waktu sendiri/ma’mum/imam karena Allah Ta’ala”
اَاللّٰهُ اَكْبَر
📿 Cara Baca :
Allaahu akbar
📖 Artinya :
Allah maha besar
📚 WAWASAN :
Pelafalan takbir tidak diperbolehkan menggunakan bahasa selain bahasa arab. Wajib bersuara, minimal didengar telinga sendiri.
الله اكبر كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّه كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةَ وَأَصِيلاً. إنّى وَجَهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ
وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
لا شَريكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ.
📿 Cara Baca :
Allahu akbar Kabiroo-w-walhamdulillahi katsiiroo, wasubhaanallah hibuk-rotaw waashiilaa, innii wajahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardh, haniifaa-m-muslimaw wamaa anaa minal musy-rikiin, inni sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillahi robbil ‘aalamiin, laa syariika lahu wabidzaa lika umirtu wa anaa minal muslimiin.
📖 Artinya :
“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak- banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim). “
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ، الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ، غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِيْنَ، امين.
📿 Cara Baca :
Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahirobbil ‘alamiim, arrohman-n-irrohim, maliki yaumiddiin, iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin, ihdinaa-s-shirootho-l mustaqiim, shirootho-l ladziina an’amta ‘alaihim, ghoiril maghduubi ‘alaihim wa laa-d-dhooliin, aamiin
📖 Artinya :
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai di Hari Pembalasan, Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan, Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat, aamiin
📚 WAWASAN :
Wajib bersuara, minimal didengar telinga sendiri.
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
📿 Cara Baca :
Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wa bihamdihi.
📖 Artinya :
“Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji.”
📚 WAWASAN :
Minimalnya ruku’ adalah membungkukkan badan, thuma’ninah saat ruku’ termasuk rukun.
Sunnah dan sempurnanya, dibaca 3X.
Ketika bangun dari ruku’ membaca kalimat ini:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
📿 Cara Baca :
Sami’allaahu liman hamidah.
📖 Artinya :
“Aku mendengar orang yang memuji-Nya.”
Kemudian ketika berdiri dilanjutkan membaca:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمٰوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
📿 Cara Baca :
Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syi’-ta min syai-im ba’du.
📖 Artinya :
“Ya Allah Tuhan Kami, Bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.”
📚 WAWASAN :
Ketika doa qunut, setelah rampung bacaan qunutnya imam, tidak dianjurkan mengucapkan tangan ke wajah sebelum sujud, dikhawatirkan gerakannya 3X berturut-turut dan itu bisa membatalkan.
Ditambah lagi, mengusapkan tangan ke wajah usai qunut, bukanlah bagian dari gerakan asli sholat.
سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
📿 Cara Baca :
Subhaana rabbiyal a’laa wa bi hamdih.
📖 Artinya :
“Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi dan pujian untuk-Nya.”
📚 WAWASAN :
Doa ini terdapat dalam hadits Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Abu Daud. Bacaan ini dibaca oleh Nabi Muhammad ﷺ ketika sujud.
Minimalnya sujud adalah menempelkan dahi tengah ke tempat sujud, thuma’ninah dalam sujud termasuk rukun.
Sunnah dan sempurnanya, dibaca 3X.
رَبِّ اغْفِرْلِىْ وَارْحَمْنِىْ وَاجْبُرْنِىْ وَارْفَعْنِىْ وَازُقْنِىْ وَاهْدِنِىٌ وَعَا فِنِىْ وَاعْفُ عَنِّىْ
📿 Cara Baca :
Rabighfirlii, Warhamnii, Wajburnii, Warfa’nii, Warzuqnii, Wahdinii, Wa’aafinii, Wa’fuannii.
📖 Artinya :
“Ya Allah, ampunilah dosaku, rahmatilah aku, perbaikilah aku, berikanlah aku rezeki dan angkatlah derajatku.”
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُولُ اللهِ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ،
📿 Cara Baca :
Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu ‘alainaa wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad.
📖 Artinya :
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad ﷺ, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad ﷺ.”
📚 WAWASAN :
Tasyahud awal atau tahiyat awal ini hukumnya sunnah, jika seandainya menjadi makmum dan ternyata imam lupa tidak melakukannya, tidak harus mengingatkan imam.
Begitu pula jika lupa tahiyat awal pada rakaat kedua dan berdirinya sudah melewati kadar ruku’, maka tidak diperkenankan kembali duduk untuk tahiyat awal yang notabene sunnah, sebab bisa membatalkan sholat.
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُولُ اللهِ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، وَ بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
📿 Cara Baca :
Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu ‘alainaa wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad. Wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad. Kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa Ibraahim wa’alaa aali sayyidinaa ibraahim, wabaarik ‘alaa sayyidinaa muhammad wa ‘alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibraahiim, fil’aalamiina innaka hamiidum majiid.
📖 Artinya :
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad ﷺ, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan limpahkanlah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad ﷺ. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.”
📚 WAWASAN :
Bacaan tasyahud akhir sama dengan tasyahud awal yang ditambah dengan shalawat nabi.
Tahiyat akhir bagian dari rukun qouliy, yang juga wajib bersuara minimal didengar telinga sendiri. Bacaan wajibnya adalah mulai awal sampai sholawat pertama (Attahiyyaatul sampai Allohumma Sholli alaa Sayyidinaa Muhammad wa alaa Aali Sayyidinaa Muhammad).
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو
📿 Cara Baca :
Subhaana man laa yanaamu wa laa yashu
📖 Artinya :
“Maha Suci Engkau (Ya Allah) yang tidak tidur dan tidak lalai.”
📚 WAWASAN :
Dibaca ketika hendak sujud sahwi dalam rangka menambal sunah yang tertinggal, dibaca sebanyak 3X
cooming soon
cooming soon
