Share

Facebook
WhatsApp
Telegram

Majalah Maulid Nabi: Tsirwah Bahas Para Pencetusnya

TSIRWAH INDONESIA – Bulan Rabiulawal sudah tiba, bulan yang memiliki peristiwa penting yaitu milad Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan setiap tahunnya diperingati oleh umat muslim sebagai hari besar Islam. Peringatan ini biasa disebut maulid nabi.

Perayaan Maulid Nabi 

Maulid momentum mulia, detik-detik kelahiran Baginda, Sang Nabi akhiruzzaman pembawa syariat agama, penyempurna daripada syariat-syariat sebelumnya, dibekali dengan amanah luar biasa, menebarkan dan mengajarkan akhlak istimewa. 

Maulid nabi menjadi saksi atas cinta, lautan bagi orang-orang yang mendambakan Baginda, mendengarkan kisah-kisah hidupnya, meneladani dalam kehidupan mereka, mengajarkan kepada para penerus bangsa dan agama. 

Tidak jarang orang yang bersifat angkuh, terhadap kegiatan Maulid mereka tidak terenyuh, seakan jiwa terhadap agama sudah baik dan penuh, tidak di bawah ulama mereka berteduh, menyuarakan kebencian terhadap kegiatan mulia dengan gemuruh, nasihat pun menjadi tidak diacuh.

Raja-raja menjadikan momentum kelahiran Baginda Nabi sebagai peringatan, menjamu rakyat dengan ribuan makanan dan minuman. Burung, ikan, tumbuhan dan berbagai makhluk hidup lainnya pun turut merasakan, kemuliaan milad nabi akhiruzzaman

Diiringi hati yang bahagia, mereka bertasbih, berdzikir, membaca sirah nabawiyah dan beramal ibadah yang varian, berharap menjadi saksi atas kecintaan mereka yang selama ini terukir dengan indah dalam hati dan dijadikan bukti sebagai kesetiaan.

Perayaan maulid nabi adalah salah satu bentuk upaya mengenal lebih jauh akan keteladanan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai pembawa risalah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Mengenal nabi dapat memupuk hati agar terus berkembang kecintaan kita kepadanya. 

Siapa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam  

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah sosok manusia mulia, menjadi nabi terakhir, yang kenabiannya tidak hanya diakui oleh umat Islam saja, namun juga diakui oleh mereka non muslim.

Dibuktikan dengan adanya pendeta Buhaira yang memberitahukan paman Nabi yaitu Abu Thalib, bahwa nabi kelak menjadi pemegang urusan besar, lantaran pendeta melihat tanda kenabian pada diri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Nabi pemimpin umat, sebagai panutan dan suri tauladan dalam menjalani kehidupan. Syukur akan kehadirannya patut untuk kita rayakan, sebagaimana lahirnya bayi suci mungil yang menggembirakan banyak orang.

Yuk Baca Majalah Tsirwah  

Berdasarkan cuplikan pembahasan maulid nabi di atas, maka perlu lebih dalam lagi kita memahami makna maulid nabi sampai akarnya, agar semakin kokoh iman kita dan kuat kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Oleh karena itu, langsung saja baca majalah Tsirwah Indonesia edisi kedua, dengan tema “Maulid Nabi Bid’ah? Ini Pencetusnya.” Silahkan bisa langsung membacanya DI SINI.

Selamat meluncur ke dunia majalah islami Tsirwah yang menarik dan penuh manfaat di dunia maupun akhirat, aamiin

Wallohu A’lam 

Oleh Pengurus Jurnalistik