Keluarga Tsirwah,

Login dulu yuk !

[wpdiscuz_bell]

Artikel

Mondok Online

Tanya Jawab

Hadits

Pustaka

Dzikir & Ibadah

Kajian

Trending Artikel

Chat Allah hari ini

Media

Artikel Keluarga
Picture of Silviana

Silviana

Doa ku untuk mu, untuk ku,,
Doa dan ikhtiyar itu penting
selengkapnya..

✨وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا
_“Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”_

📖QS. Thaha: Ayat 114 (Juz 16)

0

Facebook
WhatsApp
Picture of Sandra Yudistira

Sandra Yudistira

Salam Taaruf
Garut Jawa Barat Salam Silaturahmi
selengkapnya..

Assalamu’alaikum Wr Wb Salam Silaturahim Garut Jawa Barat Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawwal 1446 H Taqabbalalllahu Minna Wa Minkum

0

Facebook
WhatsApp
Picture of Aryan Andika

Aryan Andika

Hamba Allah, Bukan Hamba Ramadhan
Mari merenung sejenak, untuk mempersiapkan hari berikutnya dengan lebih baik..
selengkapnya..

Ramadhan bagaikan tamu yang pasti datang setiap tahunnya, hanya kitanya saja yang tidak pasti. Maka suka atau tidak, rela atau benci, sadar atau lalai, pasti akan berlalu. Semoga Allah pertemukan kita kembali dengan bulan Ramadhan di tahun depan, aamiin.

Kini kita telah resmi menjadi alumni Madrasah Ramadhan 1446 H. Kita dibina satu bulan penuh dan diharapkan menjadi pribadi yang bertakwa sepanjang masa, bukan hanya pada Ramadhan saja, tetapi bertakwa di mana pun dan sampai kapan pun.

Sebagai alumni yang baik, kesuksesan Ramadhan akan terpancar ketika kita bisa istiqomah setelahnya. Artinya harus konsisten dalam menjalankan amal ibadah di luar bulan Ramadhan. Jangan sampai kita hanya mengenal Allah pada saat Ramadhan saja. Ibnu Rajab dalam kitabnya Lathaif Al-Ma’arif halaman 222 menyampaikan:

بِئْسَ القَوْمُ لاَ يَعْرِفُوْنَ اللهَ حَقًّا إِلاَّ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ إِنَّ الصَّالِحَ الَّذِي يَتَعَبَّدُ وَ يَجْتَهِدُ السَّنَةَ كُلَّهَا

Artinya: “Seburuk-buruk kaum adalah yang mengenal Allah di bulan Ramadhan saja. Ingat, orang yang saleh yang sejati adalah yang beribadah dengan sungguh-sungguh sepanjang tahun.”

Mengutip dari kitab Asrar Al-Muhibin fi Ramadhan karya Syeikh Muhammad Husain Al-Mishri, beliau memberikan nasihat berkaitan dengan amaliah seorang muslim selepas Ramadhan. Beliau memulai nasihatnya dengan sebuah kisah singkat dari kitab Sirah Nabawiyah karya Imam Ibnu Katsir jilid 3 halaman 61, yaitu ketika para sahabat berpisah dengan baginda Rasulullah.

Ketika itu semua sahabat menangis sedih, berduka, bahkan sebagian berputus asa seolah tak percaya bahwa mereka akan ditinggal oleh sang kekasih yaitu Rasulullah.

Saat keadaan semakin larut dalam kesedihan, sahabat mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq berdiri tegak seraya berkata:

أَيُّهَا النَّاسُ، ‌مَنْ ‌كَانَ ‌يَعْبُدُ ‌مُحَمَّدًا فَإِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ، وَمَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ فَإِنَّ اللَّهَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ

Artinya: “Wahai manusia! Barangsiapa diantara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah Muhammad telah meninggal dunia dan barangsiapa yang menyembah Allah, ketahuilah sesungguhnya Allah itu hidup selamanya tidak akan mati.” 

Bukankah Allah yang kita sembah pada bulan Ramadhan adalah Allah juga yang yang kita sembah pada bulan-bulan lainnya?

Bukankah seharusnya puasa kita selama satu bulan penuh itu memberikan pengaruh kebaikan setelah bulan ini berlalu?

Lalu setelah itu semua, apakah kita hanya diperintah untuk bertakwa hanya sebatas pada bulan Ramadhan saja?

Tentunya tidak! Bertakwa kepada Allah harusnya sepanjang masa hingga ajal tiba. Mari kita ingat pesan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr ayat 99:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.” 

Puasa tidak akan berakhir, Al-Qur’an tidak akan pergi, masjid-masjid tidak akan tutup, ijabah doa tidak akan berhenti, dan pahala tidak akan terputus.

Beribadahlah kepada Allah sampai datang kematian. Jadilah orang yang setiap saatnya beribadah, bukan orang yang beribadahnya hanya di bulan Ramadhan.

Mari kita menjadi hamba Allah, bukan menjadi hamba Ramadhan. Mari tetap bertakwa dan beribadah kepada-Nya kapanpun dan di manapun. Ittaqillah haitsuma kunta!

تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال

كل عام ونحن إلى الله أقرب 

Wallahu a’lam bis-showab

Oleh: Aryan Andika 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0

Facebook
WhatsApp
Picture of Aryan Andika

Aryan Andika

Syukur Sampai Akhir
Mari nikmati kesyukuran ini..
selengkapnya..

Hari ini, kamis tanggal 27 Maret 2025 bertepatan dengan 27 Ramadhan 1446, adalah dimana kita merasakan nikmat panjang umur dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Antara bahagia dan sedih, bahagia karena sudah sejauh ini Allah SWT mampukan kita untuk ibadah di bulan suci ini, dan juga sedih karena sebentar lagi Ramadhan akan usai.

Maka, untuk segala kenikmatan, kebahagiaan, serta kebaikan-kebaikan, kita senantiasa syukuri dengan mengucap:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Artinya: Segala puji hanya milik Allah yang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna.

Serta, untuk segala yang sudah berlalu dengan segala lika-likunya, mari senantiasa syukuri juga dengan mengucap:

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Artinya: Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan.

Sungguh indah keadaan seorang mukmin, saat senang maupun susah, selalu bersyukur memuji Allah SWT, karena sejatinya semuanya dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya. 

Demikian itulah yang telah dicontohkan oleh nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau adalah nabi sekaligus rasul yang ma’shum (terpelihara dari segala dosa dan kesalahan), bahkan dijamin masuk surga oleh Allah SWT. Namun demikian, beliau masih melakukan ibadah kepada Allah SWT dengan sebaik-baiknya. 

Suatu ketika beliau ditanya oleh istrinya Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha sebagaimana hadits berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا صَلَّى قَامَ حَتَّى تَفَطَّرَ رِجْلاَهُ قَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا 

Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah SAW ketika melaksanakan sholat maka beliau berdiri hingga kedua kakinya bengkak. Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya, ‘wahai Rasulullah, apa yang engkau perbuat, sedangkan dosamu yang telah lalu dan yang akan datang telah diampuni.’ Lalu beliau menjawab, ‘wahai Aisyah, bukankah seharusnya aku menjadi hamba yang banyak bersyukur?,” (HR Muslim).

Mari kita bersyukur kembali, dan bersyukur selalu atas karunia Allah dengan kehadiran Ramadhan ini. Meski tinggal hitungan jari Ramadhan akan usai, namun masih ada kesempatan untuk meraih peluang syukur dan ampunan Allah SWT. Semoga Allah SWT mudahkan kita hingga finish, aamiin.

Ada sebuah ungkapan baik berikut ini:

البِدَاياتُ لِلْجَمِيْعِ وَالثَّبَاتُ لِلصَّادِقِينَ

Artinya: “Permulaan milik semua orang, tapi bertahan hanya menjadi milik orang yang benar-benar serius.”

Layaknya kompetisi MotoGP, formula one, balap lari sampai balap karung, semua dimulai dari start yang sama. Namun, belum tentu semuanya bisa sampai garis finish secara bersamaan. 

Begitu pula di bulan Ramadhan ini, semuanya start bersama di tanggal 1 Ramadhan untuk berpuasa beserta dengan ibadah-ibadah lainnya. Namun yang hebat adalah mereka yang tetap bertahan istiqomah sampai akhir, bahkan setelah Ramadhan usia pun tetap semangat beribadah kepada Allah SWT, karena tuhan yang disembah di bulan Ramadhan maupun selainnya tetap sama, yaitu Allah SWT.

Jika di awal permulaan kita sama-sama memulai dengan innamal a’malu bin-niyyat (amalan tergantung pada niatnya), maka di penutupan nanti kita akhiri dengan innamal a’malu bil khowatim (amalan tergantung pada akhirnya), agar endingnya indah dan bahagia penuh kesyukuran, walhamdu lillahi robbal’alamin.

Wallahu a’lam, bis-showab.

Oleh: Aryan Andika

0

Facebook
WhatsApp

Anda Sudah Keluar dari

Tsirwah Indonesia

Pesantren Digital, Menghubungkan Anda dengan Kehidupan Akhirat, 

Ini adalah halaman navigasi, anda bisa lanjut ke kelas jika login, dan bisa kembali ke beranda jika sudah logout. Logout ada di menu Profile

Fitur Tambahan

Dawuh, Ayat dll

Kalender Ibadahku

Tanya UstadzAI

Kisah Nabi

Alquran 4 Model

Lainnya

Daftar Jadi Pengurus

Daftar Jadi Asatidz

 

Mendidik Anak untuk Puasa

Simak 5 Cara Ini