Kelak apabila telah tiba masanya, manusia akan dikumpulkan di sebuah tempat, matahari didekatkan pada manusia sejauh satu mil, manusia ada yang tenggelam dengan keringatnya, ada yang diseret dan berjalan dengan wajahnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺤْﺸَﺮُﻭْﻥَ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻭَﺭُﻛْﺒَﺎﻧًﺎ ﻭَﺗُﺠَﺮُّﻭْﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﻭُﺟُﻮْﻫِﻜُﻢْ
Artinya: “Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian,” (HR Tirmidzi).
Di padang mahsyar manusia dikumpulkan dengan sangat lama, di mana satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di bumi. Kita sangat membutuhkan syafa’at di hari kiamat dan termasuk yang bisa memberi syafa’at adalah puasa dan Al-Quran.
1. Puasa akan Memberikan Syafa’at bagi Orang yang Menjalankannya dan Penghalang dari Siksa Neraka
Rasulullah SAW bersabda,
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ
Artinya: “Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Puasa akan berkata, ‘wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafa’at kepadanya’. Dan Al-Qur’an pula berkata, ‘aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafa’at kepadanya’, Beliau bersabda, ‘maka syafa’at keduanya diperkenankan’,” (HR Ahmad).
Rasulullah SAW juga bersabda,
إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ
Artinya: “Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka,” (HR Ahmad).
Dalam hadist lainnya, Rasulullah SAW juga bersabda,
مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا
Artinya: “Barangsiapa melakukan puasa satu hari di jalan Allah (dalam melakukan ketaatan pada Allah), maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun,” (HR Bukhari).
2. Al-Qur’an akan Memberikan Syafa’at bagi Orang yang Membacanya
اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ
Artinya: “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafa’at untuk para pembacanya,” (HR Muslim).
Semoga di bulan Ramadhan 1446 Hijriyah tahun ini kita diberikan kekuatan, kemudahan serta keberkahan dalam berpuasa dan tadarrus Al-Qur’an, aamiin. Mari sejenak membaca doa berikut ini:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubun ku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, ketentuan-Mu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dada ku, pelenyap duka dan kesedihanku,” (HR Ahmad).
Wallohu a’lam bish-showab.
Oleh: Aryan Andika
Ibadah puasa Ramadhan mengajarkan kita untuk percaya kepada janji Allah subhanahu wa ta’ala. Kenapa kita berpuasa? salah satu jawabannya karena kita meyakini janji Allah SWT yang akan diberikan kepada orang yang berpuasa.
Di antara janji Allah SWT bagi orang yang berpuasa adalah sebagai berikut:
Pertama, Diampuni Dosanya
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni,” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadist lainnya, Nabi Muhammad SAW juga bersabda,
فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ
Artinya: “Keluarga, harta, dan anak dapat menjerumuskan seseorang dalam maksiat (fitnah). Namun fitnah itu akan terhapus dengan sholat, shaum, shadaqah, amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran),” (HR Bukhari dan Muslim).
Kedua, Masuk Surga Melalui Pintu Khusus yaitu ‘Ar-Royyaan’
Nabi Muhammad SAW bersabda,
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
Artinya: “Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut ‘Ar-Royyaan’. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, ‘mana orang yang berpuasa’. Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya,” (HR Bukhari dan Muslim).
Ketiga, Mendapatkan Kedudukan Tinggi di Sisi Allah SWT
Puasa menjadi amalan yang tidak ada tandingannya. Karena dengan puasa seorang muslim akan mendapatkan kedudukan tinggi di sisi Allah SWT.
Dijelaskan dalam salah satu hadist, Abu Umamah berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ مُرْنِي بِعَمَلٍ قَالَ عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَا عَدْلَ لَهُ
Artinya: “Wahai Rasulullah, perintahlah aku dengan suatu amal. Beliau bersabda, ‘hendaklah kamu berpuasa, karena ia tidak ada bandingannya’,” (HR Nasai).
Setiap muslim yang meyakini janji Allah SWT, ia akan bersungguh-sungguh dalam beramal. Semoga kita diberikan kemudahan dan kekuatan dalam menjalankan syariat islam yaitu puasa, aamin.
Wallohu a’lam bis-showab
Oleh: Aryan Andika
Tiga Waktu Paling Berharga di Bulan Ramadhan
Terdapat waktu-waktu terbaik dan berharga di dalam bulan Ramadhan yang tidak boleh di sia-siakan, diantaranya yaitu sebagai berikut:
Pertama, Awal Pagi Hari yaitu Setelah Sholat Subuh
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم – تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
Artinya: “Barangsiapa yang melaksanakan sholat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan sholat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh. Beliau pun bersabda, ‘pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna’,” (HR Tirmidzi).
Kedua, Akhir Sore Hari yaitu Sebelum Maghrib
Waktu tersebut adalah kesempatan berharga karena bagian dari waktu mustajabnya doa sebelum berbuka puasa. Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
Artinya: “Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak,” (HR Ibnu Majah).
Ketiga, Waktu Sahur
Waktu sahur adalah waktu diturunkannya rahmat serta diterimanya doa dan istighfar. Rasulullah SAW bersabda,
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: “Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, ‘siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni’,” (HR Bukhari dan Muslim).
Wallahu a’lam bis-showab
Banyak kita lihat bahwasannya praktik jual beli yang dilakukan di masyarakat tidak ada lafaz ijab dan kabul yang diucapkan oleh pembeli maupun penjual. Apakah sah praktik jual beli yang seperti itu?
Menurut imam Nawawi dan al-ghazali hukumnya sah
أسنى المطالب الجزء ٢ صحـ : ٣ مكتبة دار الكتاب الإسلامي
فَرْعٌ وَلا يَنْعَقِدُ) الْبَيْعُ ( بِالْمُعَاطَةِ) إذْ الْفِعْلُ لا يَدُلُّ يوَضْعِهِ ( وَاخْتَارَ النَّوَويُّ وَجَمَاعَةٌ) مِنْهُمْ الْمُتَوَلِّيِ وَالْبَغَويُّ (الانْعِقَادَ) لَهُ
فِي كُلِّ) أَيْ يِكُلِّ ( مَا يَعُنَّهُ النَّاسُ بَيْعًا) لانَّهُ لَمْ يَثْبُتْ اشْتِرَاطُ لَفْظٍ فَيَرْجِعُ لِلْعُرْفِ كَسَائِرِ الأَلْفَاظِ الْمُطْلَقَةِ (وَبَعْضُهُمْ) كَابْنِ سُرَيْجِ
وَالرُّوَيَانِيِّ (خَصَّصَ جَوَازَ) بَيْعِ (الْمُعَاطَةِ بِالْمُحَقَّرَاتِ) وَهِيَ مَا جَرَّتْ الْعَادَةُ فِيهَا بِالْمُعَاطَةِ كَرَطْلِ خُبْزٍ (فَعَلَى الأَوَّلِ ) وَهُوَ عَدَمُ
صِحَّةِ الْبَيْعِ بِالْمُعَاطَةِ (الْمَقْبُوضُ بِهَا كَالْمَقْبُوضِ بِالْبَيْعِ الْفَاسِدِ) فَيُطَالِبُ كُلُّ صَاحِبَهُ يِمَا دَفَعَ إِلَيْهِ إِنْ بَقِيَ وَيِبَدَلِهِ إِنْ تَلِفَ ( وَقَالَ
الْغَزَالِيُّ) فِي الإِحْيَاءِ (يَتَمَلَّكُهُ ) يَعْنِي لِلْبَائِعِ أَنْ يَتَمَلَّكَ الثَّمَنَ الَّذِي قَبَضَهُ (إِنْ سَاوَى ) قِيمَةَ مَا دَفَعَهُ لاَنَّهُ مُسْتَحِقٌّ ظَفِرَ بِمِثْلِ حَقِّهِ
وَالْمَالِكُ رَاضٍ هَذَا كُلُهُ فِي الدُّنْيَا أَمَّا فِي الآخِرَةِ فَلا مُطَالَبَةً لِطِيبِ النَّفْسِ يِهَا وَاخْتِلافِ الْعُلَمَاءِ فِيهَا تَقَلَهُ فِي الْمَجْمُوعِ عَنْ ابْنِ أَيِي
عَصْرُون اهـ
Menurut imam Nawawi dan ulama lainnya yang membolehkan yaitu dikembalikan kepada urf yang berlaku.
Menurut imam arruwayani dan imam suraij kobolehan itu terbatas pada barang yang sepele dan murah.
Anda Sudah Keluar dari
Tsirwah Indonesia
Pesantren Digital, Menghubungkan Anda dengan Kehidupan Akhirat,
Ini adalah halaman navigasi, anda bisa lanjut ke kelas jika login, dan bisa kembali ke beranda jika sudah logout. Logout ada di menu Profile





