قال الشيخ العلامة محمد راغب الطباخ: العلم يحتاج إلى ثلاثة أمور:
١. مال قارون
٢. عمر نوح
٣. صبر أيوب
و زاد الشيخ عبد الفتاح رابعا:
٤. دار السلطان أي دار الكبيرة لتتسع للكتب
“Syaikh al-Allamah Muhammad Raghib at-Thobbagh berkata: ‘Ilmu itu butuh akan tiga hal yaitu:
1. Hartanya Qarun
2. Umurnya Nabi Nuh
3. Kesabarannya Nabi Ayyub.’
Dan Syaikh Abdul Fattah menambahi yang ke-empat, yaitu:
4. Rumah sultan, yaitu rumah yang besar supaya muat untuk menampung kitab yang banyak”.
Referensi, Qimah Az-Zaman Inda Al-Ulama’, Karya: As-Syaikh Al-Allamah Abdul Fattah Abu Ghadah, Hal. 124
Wallahu A’lam
Oleh Ustadz Nabil Amru Fawwaz
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ [حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا]
Terjemah
Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya (Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)
Hadist ini mengajarkan kita bahwa salah satu ciri orang yang beriman dengan baik adalah mereka yang pandai memilih dan memilah mana yang bermanfaat dan mana yang tidak.
Mengapa penting meninggalkan yang tidak bermanfaat?
- Mengoptimalkan Waktu : Dengan meninggalkan hal-hal yang sia-sia, kita bisa lebih fokus pada aktivitas yang produktif dan ibadah.
- Meningkatkan Kualitas Iman : Menjauhi hal-hal yang meragukan akan memperkuat iman kita.
- Menjadi Muslim yang Lebih Baik: Seorang muslim sejati selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik, salah satunya dengan meninggalkan kebiasaan buruk.
Contoh hal yang tidak bermanfaat:
- Gosip dan fitnah : Menyebarkan berita bohong hanya akan merusak hubungan antar sesama.
- Pertengkaran : Bertengkar tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menimbulkan permusuhan.
- Menonton tayangan yang tidak mendidik : Tayangan yang mengandung unsur kekerasan atau pornografi bisa merusak pikiran dan hati.
Walahu A’lam
Oleh Jusmin
Kamu boleh mengambil dan menikmati segala pemberian-Nya, tapi jangan lupa berterima kasih kepada pemiliknya.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 172:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah ﷻ jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.”
Islam bukan hanya sekadar agama, tetapi juga sebuah sistem kehidupan yang sangat mementingkan pendidikan. Dalam ajaran Islam, mencari ilmu pengetahuan adalah ibadah. Al-Quran, kitab suci umat Islam, memuat banyak ayat yang mendorong umatnya untuk terus belajar, dan menggali ilmu.
Mengapa Islam Sangat Menekankan Pendidikan?
1. Perintah langsung dari Allah: Ayat pertama yang turun dalam Al-Quran adalah perintah untuk membaca, yang menunjukkan betapa pentingnya ilmu pengetahuan.
Allah _subhanahu wa ta’ala_ berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Alaq Ayat 1 yang berbunyi :
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
Terjemah :
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
2. Pengembangan diri : Pendidikan membantu individu menjadi manusia yang lebih baik, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.
3. Pemahaman agama : Dengan ilmu, seseorang dapat memahami ajaran agama Islam secara lebih mendalam, dan mengamalkannya dengan benar.
4. Kemajuan umat : Pendidikan adalah kunci untuk memajukan suatu umat dan negara. Dalam sejarah Islam, banyak ulama dan ilmuwan yang memberikan kontribusi besar bagi peradaban dunia. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat mendukung pengembangan ilmu pengetahuan. Pendidikan dalam Islam tidak hanya terbatas pada ilmu agama, tetapi juga mencakup ilmu pengetahuan umum lainnya.
Kesimpulans
Islam adalah agama yang sangat memperhatikan pendidikan. Dengan menempatkan pendidikan pada posisi yang sangat tinggi, Islam telah melahirkan banyak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu membawa perubahan positif bagi dunia.
Walahu A’lam
Oleh Jusmin
Anda Sudah Keluar dari
Tsirwah Indonesia
Pesantren Digital, Menghubungkan Anda dengan Kehidupan Akhirat,
Ini adalah halaman navigasi, anda bisa lanjut ke kelas jika login, dan bisa kembali ke beranda jika sudah logout. Logout ada di menu Profile





